Portal Pantura, Brebes – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 yang dilaksanakan oleh Kodim 0713/Brebes di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, kini memasuki tahap akhir. Menjelang upacara penutupan yang dijadwalkan pada 11 Maret 2026, sejumlah hasil pembangunan fisik mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat.
Salah satu proyek utama dalam kegiatan tersebut adalah pembangunan jalan rabat beton yang menghubungkan area permukiman warga dengan wilayah pertanian. Infrastruktur tersebut kini telah rampung dan sudah mulai dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mendukung berbagai aktivitas harian.
Pantauan di lapangan pada Senin (8/3/2026) menunjukkan perubahan yang cukup signifikan. Jalan yang sebelumnya berupa jalur tanah dengan kondisi tidak rata kini telah berubah menjadi akses beton yang lebih kuat dan nyaman dilalui. Perubahan ini secara langsung berdampak pada meningkatnya mobilitas warga.
Sejumlah warga terlihat mulai memanfaatkan jalan tersebut untuk berbagai keperluan, mulai dari mengantar anak ke sekolah hingga menuju pusat kegiatan desa. Selain itu, pedagang keliling dan penyedia jasa angkutan barang juga kini dapat menjangkau kawasan permukiman dengan lebih mudah dibandingkan sebelumnya.
Keberadaan jalan rabat beton ini juga memberi kemudahan bagi para petani yang memiliki lahan di sekitar wilayah tersebut. Jika sebelumnya mereka harus berjalan kaki melewati jalan yang rusak dan licin, kini akses menuju lahan pertanian dapat ditempuh menggunakan kendaraan bermotor.
Kondisi ini dinilai dapat mempercepat aktivitas pertanian sekaligus memperlancar distribusi hasil panen ke pasar atau tempat pengumpulan hasil tani.
Komandan Kodim 0713/Brebes yang juga bertindak sebagai Dansatgas TMMD, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int., mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur desa menjadi salah satu fokus utama dalam program TMMD. Menurutnya, pembangunan jalan rabat beton di Desa Cikuya dirancang untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa akses jalan yang baik merupakan faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi desa, karena dapat memperlancar pergerakan barang, jasa, maupun aktivitas sosial masyarakat.
“Melalui program TMMD ini, kami berupaya membantu percepatan pembangunan di wilayah pedesaan, khususnya yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur. Jalan rabat beton ini diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.
Program TMMD sendiri merupakan bentuk sinergi antara TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam upaya pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan. Selain pembangunan fisik, kegiatan ini juga biasanya diisi dengan program nonfisik seperti penyuluhan dan kegiatan sosial lainnya.
Menjelang penutupan program pada 11 Maret mendatang, sejumlah kegiatan finishing masih dilakukan oleh personel Satgas TMMD bersama warga. Kebersamaan antara TNI dan masyarakat dalam proses pembangunan menjadi salah satu ciri khas dari program tersebut.
Upacara penutupan nanti tidak hanya menjadi tanda berakhirnya kegiatan TMMD Reguler ke-127 di Desa Cikuya, tetapi juga menandai dimulainya pemanfaatan penuh berbagai hasil pembangunan yang telah dikerjakan secara gotong royong.
Masyarakat setempat diharapkan dapat menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Dengan infrastruktur yang lebih baik, Desa Cikuya diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan aktivitas ekonomi serta kualitas hidup warganya.***

