TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

Jelang Ramadan, Pemkab Brebes Hadirkan Pasar Murah untuk Jaga Stabilitas Harga Pangan

×

Jelang Ramadan, Pemkab Brebes Hadirkan Pasar Murah untuk Jaga Stabilitas Harga Pangan

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Brebes Wurja SE (kanan) didampingi Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Brebes drh Ismu Subroto meninjau pelaksanaan pasar murah di halaman Kantor DPKH Brebes, Jumat (13/2/2026). Sebanyak 1.355 paket sembako disediakan untuk menjaga stabilitas harga menjelang Ramadan. (Foto: Humas Pemkab Brebes)
Wakil Bupati Brebes Wurja SE (kanan) didampingi Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Brebes drh Ismu Subroto meninjau pelaksanaan pasar murah di halaman Kantor DPKH Brebes, Jumat (13/2/2026). Sebanyak 1.355 paket sembako disediakan untuk menjaga stabilitas harga menjelang Ramadan. (Foto: Humas Pemkab Brebes)
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura, – Antisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang bulan Ramadan, Pemerintah Kabupaten menggelar operasi pasar murah di halaman Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) setempat, Jumat (13/2/2026). Sebanyak 1.355 paket sembako disediakan dengan harga lebih terjangkau dibanding pasaran.

Wakil Bupati SE yang membuka kegiatan menyatakan, langkah ini merupakan intervensi nyata pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat. “Kami tidak ingin warga menghadapi Ramadan dengan kekhawatiran akan kenaikan harga bahan pokok,” tegas .

Sasar Kelompok Rentan

Program yang menyasar kelompok rentan dan masyarakat berpenghasilan rendah ini menjadi bagian strategi pengendalian inflasi daerah. menegaskan bahwa stabilitas harga pangan merupakan prioritas, terutama saat permintaan meningkat tajam di bulan suci.

iklan

Berbeda dengan pasar murah konvensional, kegiatan kali ini diintegrasikan dengan program Gerimis Telur (Gerakan Minum Susu dan Makan Telur). Inisiatif Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan ini bertujuan meningkatkan konsumsi protein hewani sebagai upaya pencegahan stunting.

“Kami ingin anak-anak tumbuh sehat dan cerdas sebagai generasi penerus pembangunan,” ujar menjelaskan visi di balik program ganda tersebut.

Paket Lampah dan Komoditas Beragam

Kepala DPKH Kabupaten , drh Ismu Subroto, menjelaskan latar belakang operasi pasar. Menurut analisisnya, pola konsumsi jelang Ramadan selalu menunjukkan tren peningkatan yang berpotensi mendorong harga naik dan pasokan terganggu.

Untuk menjawab tantangan tersebut, penyelenggara menyiapkan beragam komoditas. Tersedia paket Lampah berisi seekor ayam utuh dan satu kilogram telur, daging sapi, tiga jenis beras (SPHP, premium, dan Gapoktan), minyak goreng, gula pasir, hingga produk UMKM lokal.

“Langkah konkret ini untuk menjaga stabilitas pasokan pangan asal hewan sekaligus mengendalikan inflasi,” jelas Ismu.

Ia menambahkan, kegiatan juga berfungsi sebagai edukasi konsumen tentang produk pangan berprinsip ASUH – Aman, Sehat, Utuh, dan Halal.

Kolaborasi Lintas Sektor

Kesuksesan operasi pasar ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah kabupaten menggandeng Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perikanan, Perum BULOG Cabang Tegal, PT Charoen Pokphand Indonesia, PT Sahabat Pangan Sejahtera, Gapoktan, hingga pelaku UMKM.

Sinergi lintas sektor dinilai krusial dalam menjamin keberlanjutan program stabilisasi harga di masa mendatang.

Respons Positif Warga

Sukarti (61), warga Desa Krasak, mengaku sangat terbantu dengan hadirnya pasar murah. Ibu rumah tangga ini mengeluhkan pola tahunan kenaikan harga menjelang Ramadan yang membebani keluarga kecil.

“Sangat membantu warga seperti saya. Semoga bisa lebih sering diadakan,” harap Sukarti sembari mengantre di lokasi.

Kegiatan yang dihadiri jajaran Kepala OPD, perwakilan Bank Indonesia Tegal, Kepala Perum Bulog Tegal, hingga camat dan lurah setempat ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kesejahteraan rakyat di tengah tekanan ekonomi.

Dengan strategi preventif seperti ini, Pemkab berharap dapat memastikan masyarakat melewati bulan Ramadan dengan tenang tanpa beban kenaikan harga kebutuhan pokok yang berlebihan.***

Yudhi P

Terbaru dari Yudhi P