Portal Pantura, Brebes – Jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Brebes menunjukkan sisi humanisnya dengan menjenguk seorang warga korban kecelakaan lalu lintas. Langkah ini diambil guna memastikan kehadiran korps bhayangkara dirasakan masyarakat secara nyata dalam situasi duka.
Kegiatan empati tersebut dipimpin langsung oleh Kanit Gakkum bersama anggota Unit Gakkum Satlantas Polres Brebes. Mereka mendatangi korban bernama Vina yang sedang menjalani perawatan intensif di RSUD Kabupaten Brebes pada Kamis, 29 Oktober 2026.
Wujud Kepedulian Nyata Kepolisian
Kasat Lantas Polres Brebes AKP Ahmad Zainurrozaq, S.T.K., S.I.K., M.M melalui Kanit Gakkum Satlantas Polres Brebes Ipda Arenas Bayu Setyadi, S.H., M.H. memberikan penjelasan terkait kunjungan tersebut. Keterangan resmi disampaikan kepada awak media pada Jumat, 30 Oktober 2026.
Menurutnya, sambang rumah sakit ini merupakan bentuk perhatian tulus Polri terhadap masyarakat yang tertimpa musibah di jalan raya. Polisi tidak hanya fokus pada olah TKP maupun proses hukum semata.
Kehadiran aparat penegak hukum di ruang perawatan bertujuan memberikan suntikan semangat kepada korban dan keluarganya. Dukungan moril sangat dibutuhkan agar proses pemulihan berjalan lancar.
“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Polri tidak hanya dirasakan dalam penegakan hukum, tetapi juga melalui kepedulian terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah. Semoga kunjungan ini dapat memberikan semangat dan dukungan bagi korban serta keluarganya,” ungkapnya.
Pihak keluarga korban menyambut hangat kedatangan rombongan petugas ke ruang perawatan rumah sakit. Mereka menyampaikan apresiasi tinggi atas empati yang ditunjukkan jajaran kepolisian resort setempat.
Sosialisasi Keselamatan di Ruang Perawatan
Kesempatan membesuk tersebut juga dimanfaatkan petugas untuk mengedukasi masyarakat sekitar tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas. Edukasi langsung dinilai efektif meningkatkan kesadaran publik.
Arenas menyebutkan bahwa momentum ini bertepatan dengan pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2026. Kampanye keselamatan berkendara digencarkan melalui berbagai pendekatan humanis.
Petugas mengajak seluruh elemen masyarakat untuk proaktif menyebarluaskan pesan tertib berlalu lintas. Gerakan moral ini dimulai dari lingkup terkecil seperti keluarga dan kerabat dekat.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menggelorakan budaya tertib berlalu lintas. Kesadaran dan kepatuhan terhadap aturan harus dimulai dari diri sendiri, kemudian ditularkan kepada keluarga maupun lingkungan sekitar,” jelasnya.
Menekan Angka Fatalitas di Jalan Raya
Transformasi pola pikir pengguna jalan menjadi kunci utama terciptanya keamanan berlalu lintas. Kamseltibcarlantas dapat terwujud jika disiplin menjadi kebiasaan sehari-akli.
Langkah preventif ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan maut di wilayah hukum setempat. Keselamatan mutlak diletakkan sebagai kebutuhan utama setiap pengendara.
“Harapannya, kesadaran bersama ini dapat mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas sekaligus menekan angka fatalitas korban. Keselamatan harus menjadi kebutuhan dan tanggung jawab setiap pengguna jalan,” pungkasnya.
Melalui bakti sosial dan kunjungan simpatik ini, pesan Operasi Patuh Candi 2026 tersampaikan secara humanis. Budaya tertib jalan raya diharapkan mengakar kuat dalam aktivitas harian warga Brebes.***

