IKLAN
News

Kali Jetis, Lambat Respon Sungai Menjerit Warga Adiwerna Tegal Bertindak

Avatar photo
×

Kali Jetis, Lambat Respon Sungai Menjerit Warga Adiwerna Tegal Bertindak

Sebarkan artikel ini

Portal Pantura – Di tengah derasnya arus birokrasi yang lamban, warga Adiwerna menunjukkan kepedulian tak selalu harus menunggu anggaran turun atau rapat digelar.

Mereka menyewa eskavator. Bukan untuk menggali proyek mercusuar, melainkan untuk sesuatu yang jauh lebih mendesak membersihkan sungai dari tumpukan sampah yang telah lama jadi sumber bau, penyakit, dan ironi.

IKLAN

Kali Jetis, sungai di Adiwerna yang seharusnya mengalirkan kehidupan, kini berubah jadi tempat wisata horor lingkungan pemandangan plastik yang menari, aroma sampah menyengat, dan air yang lebih pantas disebut limbah cair.

Sementara itu, instansi  tampaknya masih sibuk dalam keheningan yang sangat administratif.

Ketika pemerintah bungkam, rakyat angkat suara dan cangkul. Mereka tahu, sampah tak akan hilang hanya dengan doa atau seminar lingkungan.

Dan mungkin karena terlalu lama dibiarkan, kesabaran warga pun ikut terkikis bersama bantaran sungai.

Aksi mereka viral. Bukan karena pencitraan, tapi karena keberanian. Karena di negara yang terkadang lebih cepat membuat spanduk sosialisasi ketimbang selesaikan persoalan, warga Adiwerna justru lebih dulu turun tangan.

Mereka diganjar gelar “pahlawan tanpa APBD” sebutan yang lahir dari keprihatinan sekaligus kekaguman.

Kabarnya beberapa pejabat sempat akan  hadir. Tapi kemudian batal. Entah karena takut lumpur atau kritik yang lebih lengket dari sampah itu sendiri.

Namun beberapa pejabat RT di wilayah tersebut hadir dan turun berjibaku untuk membersihkan sampah di aliran Kali Jetis Adiwerna .

Kini, bukan hanya Kali Jetis yang bersih. Tapi juga nurani banyak orang yang ikut tercuci, menyadari bahwa menjaga lingkungan tak hanya tugas pemerintah tapi juga hak dan kewajiban kita semua.

Meski begitu, tetap ada pertanyaan yang menggantung: sampai kapan warga harus menggantikan peran negara?

Karena pada akhirnya, sungai yang kotor bisa dibersihkan dengan eskavator. Tapi sistem yang beku? Mungkin butuh lebih dari sekadar mesin. Butuh keberanian. Seperti yang ditunjukkan oleh warga Adiwerna.***

 

 

Tim Redaksi

Cahyo
Reporter Cahyo
---
Penulis ---
Portal Pantura
Editor Portal Pantura
Cahyo

Terbaru dari Cahyo