Kemensos Tinjau Pengungsian Korban Tanah Bergerak di Brebes, Fokus pada Bantuan Tepat Sasaran
Portal Pantura, Brebes – Kementerian Sosial melalui Sentra Satria Baturraden melakukan kunjungan ke lokasi pengungsian korban bencana tanah bergerak di Desa Mendala, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Selasa 22 April 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk memverifikasi data dan mengidentifikasi kebutuhan mendesak para penyintas.
Kepala Sentra Satria Baturraden, Darmanto, memimpin langsung survei lapangan yang dilakukan di Posko Pengungsian Terpadu Lapangan Gunung Poh. Ia menegaskan bahwa langkah ini bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan bantuan yang sesuai kebutuhan.
“Kami berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pendamping sosial, Dinas Sosial, dan aparat desa untuk memastikan data yang kami kumpulkan akurat. Banyak kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan balita yang membutuhkan perhatian lebih,” jelas Darmanto.
122 Kepala Keluarga Terdampak
Data awal mencatat sebanyak 122 kepala keluarga terdampak bencana. Namun, jumlah tersebut diperkirakan masih bisa bertambah karena kondisi geografis di sekitar lokasi masih labil dan berisiko.
Meski pengumpulan data awal telah dilakukan, Darmanto menyebut proses asesmen lanjutan masih dibutuhkan untuk memastikan bantuan tepat sasaran. “Kami targetkan bantuan bisa disalurkan minggu depan, setelah hasil asesmen akhir selesai,” katanya.
Kebutuhan Mendesak: Makanan hingga Obat-obatan
Tanah bergerak di Desa Mendala menyebabkan kerusakan parah pada rumah-rumah warga. Sebagian besar warga kini tinggal sementara di posko pengungsian. Di tengah keterbatasan, mereka masih sangat membutuhkan logistik dasar seperti makanan, air bersih, dan perlengkapan medis.
Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Sirampog, Geger Sutanto, mengapresiasi respon cepat dari Kemensos. “Verifikasi langsung di lapangan sangat penting agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

