TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

Kepala Desa di Kecamatan Tonjong Resah, Oknum Mengaku Wartawan Bisa Ganggu Kinerja Pemerintahan

×

Kepala Desa di Kecamatan Tonjong Resah, Oknum Mengaku Wartawan Bisa Ganggu Kinerja Pemerintahan

Sebarkan artikel ini
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura, – Sejumlah kepala desa di Kecamatan , Kabupaten mengeluhkan oknum yang mengaku sebagai wartawan. Keluhan ini disampaikan dalam pertemuan silaturahmi kepala desa dengan awak media, Senin (15/12/2025) malam.

Ketua Paguyuban Kepala Desa se-Kecamatan , Mayor Infanteri Purnawirawan H. Abdul Mukhit, SH menyatakan ketenangan kerja para kepala desa terganggu belakangan ini.

“Ketenangan dalam bekerja sedikit terusik,” kata Mukhit.

Berita Sepihak Tanpa Konfirmasi

iklan

Mukhit menyayangkan beberapa media online yang memberitakan pembangunan desa tanpa konfirmasi terlebih dahulu. Salah satu tulisan mempersoalkan sumur bor di Desa Kutamendala tanpa mengonfirmasi kepada kepala desa.

“Kalau saya lihat, itu jauh dari kaidah jurnalistik,” tegasnya.

Sumur Bor Bukan dari Dana Desa

Kepala Desa Kutamendala, H. Fathuri, S.Ag meluruskan informasi terkait sumur bor yang dipersoalkan. Proyek tersebut dikerjakan sebelum ia menjabat sebagai kepala desa.

“Sumur bor yang dipersoalkan merupakan bantuan dari geologi dan sumur bor Pamsimas,” jelas Fathuri.

Sumur bor tersebut bukan dibangun dari Dana Desa. Adapun dua titik sumur bor yang menggunakan Dana Desa berada di Dukuh Satir dan Dukuh Wadasgumantung.

TPS3R Raih Penghargaan Gubernur

Pembangunan TPS3R yang ikut dipersoalkan sebagian besar dibangun dari bantuan pihak lain. Fathuri menyebut TPS3R di desanya bahkan meraih penghargaan dari Gubernur Jawa Tengah.

Narasi yang menyebut adanya dugaan manipulasi dan kebocoran Dana Desa dibantah Fathuri. Inspektorat telah mengaudit proyek tersebut dan hasilnya tidak ada temuan.

“Proyek sudah lama diaudit Inspektorat, dan sudah clear,” ujarnya.

IJTI: Berita Harus Ada Narasumber

Andi, tim advokasi hukum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) menyayangkan persoalan ini. Ia menekankan pentingnya narasumber dalam pembuatan berita.

“Dalam membuat berita harus ada narasumber, minimal dua. Bukan berdasarkan katanya atau desas-desus,” kata Andi.

PWI: Adukan ke Dewan Pers

Sekretaris PWI Kabupaten , Abu Bakar Sidiq menyarankan kepala desa tidak perlu khawatir menghadapi oknum. Ia meminta para kepala desa menghadapi persoalan dengan tenang.

“Hadapi dengan tenang,” ujarnya.

Abu Bakar mengingatkan jika ada persoalan terkait pers, dapat diadukan ke Dewan Pers.***

Yudhi P

Terbaru dari Yudhi P