Portal Pantura, Brebes – Ratusan aktivis pemekaran Kabupaten Brebes gagal bertemu Bupati Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma. Mereka menunggu berjam-jam di Pendopo Kabupaten Brebes tanpa kepastian, Senin (15/12/2024).
Para aktivis datang setelah mengikuti audiensi dengan Pemprov Jawa Tengah di Semarang. Audiensi membahas usulan pemekaran Brebes Selatan.
Berangkat Malam, Menunggu Lama
Rombongan berangkat dari Brebes pada Minggu malam (14/12/2024). Kondisi fisik mereka lelah dan kurang tidur.
“Kami tidak punya agenda ke pendopo. Tapi kami diminta mampir. Kami anggap itu undangan resmi,” kata Roy, aktivis dari Kecamatan Sirampog.
Setiba di pendopo sekitar pukul 15.00 WIB, mereka harus menunggu lebih dari dua jam. Tidak ada penjelasan resmi soal jadwal pertemuan.
“Kami habis perjalanan panjang dari Semarang. Tapi hanya disuruh menunggu. Sampai akhirnya tahu bupati tidak akan menemui kami,” ujar Roy.
Sebagian Aktivis Pulang
Ketegangan meningkat saat rombongan diberi tahu pertemuan hanya dengan pejabat lain. Bagi aktivis, ini bukan sekadar masalah teknis.
Sebagian aktivis memilih meninggalkan pendopo. Aktivis dari Bantarkawung langsung pulang.
Berdasarkan rundown, pertemuan dengan bupati dijadwalkan pukul 18.00 WIB. Saat itu bupati sedang ada kegiatan lain.
Aspirasi Rakyat Diabaikan
Sekretaris Komite Percepatan Pembentukan Kabupaten Brebes (KP2KB) Agus Sutiono menilai kejadian ini cerminan masalah komunikasi politik.

