PORTAL PANTURA, BREBES – Kunjungan kerja tim pengawasan dan evaluasi dari Mabes TNI Angkatan Darat berlangsung di lokasi program TMMD di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jumat (6/3/2026). Kehadiran rombongan yang dipimpin Kolonel Inf Fajar Ali Nugraha disambut dengan nuansa budaya lokal, menandai sinergi antara program pembangunan dan kearifan masyarakat setempat.
Penyambutan dilakukan melalui pementasan Tari Nyai Galuh, sebuah tarian tradisional yang dibawakan oleh dua remaja putri desa. Gerakan lembut tarian tersebut menggambarkan penghormatan dan keterbukaan warga dalam menyambut kehadiran tim pengawas serta prajurit TNI yang terlibat dalam program TMMD Reguler ke-127.
Menurut Kepala Desa Cikuya, Sekod, pemilihan tarian tradisional sebagai bagian dari penyambutan bukan sekadar seremonial. Ia menilai bahwa budaya memiliki peran penting dalam mempererat hubungan antara masyarakat dan aparat yang sedang menjalankan program pembangunan.
“Tari Nyai Galuh menjadi simbol rasa syukur kami. Program TMMD telah memberikan dampak nyata bagi desa, baik dari segi infrastruktur maupun semangat kebersamaan. Kami ingin menunjukkan bahwa warga selalu mendukung dan terbuka terhadap kehadiran TNI,” ujar Sekod.
Kunjungan tim Wasev bertujuan untuk meninjau progres pelaksanaan TMMD, baik dari sisi fisik maupun program pendukung. Program TMMD di wilayah Kodim 0713/Brebes tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan.
Dansatgas TMMD Reguler ke-127, Letkol Inf Ambariyantomo, menjelaskan bahwa salah satu prioritas program adalah peningkatan akses air bersih, perbaikan jalan desa, dan renovasi rumah tidak layak huni. Upaya tersebut sejalan dengan program unggulan TNI yang menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat serta ketahanan pangan.
“Kami ingin memastikan bahwa pembangunan yang dilakukan bukan hanya bersifat sementara, tetapi membawa manfaat jangka panjang bagi warga. Program ini merupakan wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat, sehingga keberhasilannya bergantung pada partisipasi semua pihak,” jelas Letkol Ambariyantomo.
Dalam arahannya, Kolonel Inf Fajar Ali Nugraha menegaskan bahwa evaluasi yang dilakukan tim Wasev bertujuan untuk memastikan kualitas dan efektivitas program TMMD. Ia menilai sinergi antara TNI dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan di desa-desa yang menjadi sasaran program.
TMMD Reguler ke-127 di Brebes mencakup berbagai pekerjaan fisik, seperti pengaspalan jalan, pembangunan talud, dan perbaikan fasilitas umum. Selain itu, program non-fisik juga dilaksanakan melalui penyuluhan kesehatan, pendidikan, dan kegiatan pemberdayaan ekonomi.
Tim Wasev melakukan peninjauan langsung ke beberapa titik proyek untuk melihat perkembangan pengerjaan. Berdasarkan hasil pengamatan awal, sebagian besar sasaran fisik telah mencapai progres yang baik dan sesuai dengan target yang ditetapkan.

