UPDATE
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

LASQI Brebes Hidupkan GBF 2026 dengan Qasidah, Dorong Regenerasi Seniman Muda

Avatar photo
×

LASQI Brebes Hidupkan GBF 2026 dengan Qasidah, Dorong Regenerasi Seniman Muda

Sebarkan artikel ini
Penampilan LASQI Kabupaten Brebes turut menyemarakkan rangkaian Gebyar Bumiayu Fair (GBF) 2026 melalui seni qasidah bernuansa religi.

Portal Pantura, Brebes — Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI) kembali mengambil bagian dalam kemeriahan Gebyar Bumiayu Fair (GBF) 2026. Kehadiran LASQI tidak sekadar menjadi pengisi acara, tetapi juga membawa misi memperkuat eksistensi seni qasidah sebagai bagian dari budaya dan kesenian bernuansa religi di tengah masyarakat.

Sebelumnya, juga ikut menyemarakkan Pembukaan yang berlangsung pada Jumat, 28 Agustus 2026. Berdasarkan agenda kegiatan, penampilan LASQI dijadwalkan mulai pukul 15.00 WIB hingga selesai. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang memberikan ruang bagi seni daerah dan seni religi untuk tampil di hadapan masyarakat.

Dalam rangkaian yang digelar di Lapangan Asri Bumiayu, LASQI kembali hadir dengan pertunjukan seni qasidah. Penampilan tersebut mendapat perhatian masyarakat karena memadukan unsur hiburan dengan pesan-pesan religi yang menjadi karakter utama kesenian qasidah.

Penampilan LASQI di panggung Gebyar Bumiayu Fair (GBF) 2026. Para personel tampil membawa alat musik rebana sebagai bagian dari pertunjukan seni qasidah yang menghibur sekaligus sarat pesan religi.
iklan

Ketua DPD LASQI , Sartono, mengatakan keterlibatan organisasinya dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian dari upaya mendekatkan seni qasidah kepada publik, terutama kalangan generasi muda.

Menurut Sartono, qasidah memiliki nilai lebih karena tidak hanya berbicara mengenai musik dan pertunjukan. Di dalamnya terdapat unsur budaya, pendidikan serta pesan moral dan keagamaan yang masih relevan dengan kehidupan masyarakat.

“LASQI ingin terus hadir di tengah masyarakat. Qasidah bukan hanya seni hiburan, tetapi juga bagian dari budaya yang memiliki nilai religi dan pendidikan,” ujar Sartono.

Ia menilai kegiatan berskala publik seperti GBF menjadi kesempatan penting bagi kelompok-kelompok qasidah untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengembangkan kreativitas. Panggung semacam itu juga diperlukan agar seni tradisional tidak kehilangan tempat di tengah berkembangnya berbagai bentuk hiburan modern.

Sartono menegaskan, keberlanjutan seni qasidah sangat bergantung pada proses regenerasi. Karena itu, keterlibatan anak-anak muda dalam kegiatan seni perlu terus didorong sehingga qasidah tidak berhenti sebagai warisan dari generasi sebelumnya.

Pandangan serupa disampaikan Dewan Pembina LASQI , H. Sururul Fuad, yang juga merupakan anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah dari Fraksi PKS. Ia mengapresiasi keterlibatan LASQI dalam karena kegiatan tersebut memberikan ruang bagi pelaku seni untuk tampil sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Sururul menilai seni qasidah memiliki karakter yang khas karena mampu menggabungkan aspek seni, budaya dan pesan-pesan kebaikan. Tantangannya adalah bagaimana kesenian tersebut terus dikembangkan agar mampu mengikuti selera dan perkembangan generasi sekarang tanpa kehilangan identitasnya.

Tim Redaksi

Imam Muzaki
Reporter Imam Muzaki
---
Penulis ---
Portal Pantura
Editor Portal Pantura
Imam Muzaki

Terbaru dari Imam Muzaki