Portal Pantura, Brebes – Ketika sebagian besar masyarakat mulai mempersiapkan perayaan Lebaran dengan berkumpul keluarga, ribuan warga di wilayah selatan Kabupaten Brebes masih bergumul dengan dampak bencana yang melanda. Untuk meringankan beban mereka, Pemerintah Kabupaten Brebes mengambil langkah nyata dengan menyalurkan paket bantuan sembako kepada 441 keluarga yang terdampak.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis pada hari Senin, (16/3/2026) di Aula Kantor Kecamatan Bumiayu. Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, hadir langsung untuk menyerahkan paket-paket tersebut kepada perwakilan warga, menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk tetap peduli di saat-saat sulit.
Tiga Kecamatan Menerima Bantuan Darurat
Bantuan diarahkan ke warga-warga yang tinggal di tiga kecamatan terparah, yaitu Bumiayu, Sirampog, dan Tonjong. Pemilihan ketiga wilayah ini mencerminkan strategi pemerintah untuk fokus pada daerah-daerah yang paling membutuhkan dukungan mendesak.
Dalam sambutannya, Bupati Paramitha menekankan bahwa program ini bukan sekadar respons cepat terhadap krisis. “Kami berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat hingga kehidupan normal mereka pulih kembali,” ujar Paramitha, menggarisbawahi visi jangka panjang pemerintah dalam penanganan bencana.
Momentum Lebaran sebagai Pesan Solidaritas
Penentuan waktu penyaluran bantuan menjelang Lebaran memiliki makna mendalam. Tradisi berkumpul bersama keluarga di momen ini menjadi pengingat akan pentingnya kehadiran negara untuk memastikan semua warga, terutama mereka yang tertimpa musibah, tetap merasakan kehangatan perayaan.
“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa pemerintah daerah ada untuk mereka. Semoga bantuan ini dapat memberikan sedikit kelegaan di tengah ketakutan dan ketidakpastian yang mereka alami,” tambah pejabat.
Langkah Strategis untuk Mencegah Bencana Berulang
Di balik distribusi bantuan darurat, Pemkab Brebes juga merancang strategi jangka panjang untuk meminimalkan risiko bencana di masa depan. Salah satu inisiatif utama adalah penetapan kawasan hutan lindung di lereng Gunung Slamet.
Rencana ini dirancang dengan dua tujuan: mencegah kerusakan lingkungan yang dapat memicu bencana dan menjaga kelestarian alam untuk generasi mendatang. Namun, Bupati mengakui bahwa realisasi proyek ini membutuhkan anggaran signifikan dari pemerintah pusat—sebuah tantangan di tengah kebijakan penghematan yang sedang berlaku.
Apresiasi dari Dewan hingga Instruksi Kewaspadaan
Kehadiran anggota DPRD Brebes Titin Luthfiatin dan Plt Camat Bumiayu Hendra Pradistyo Busono pada acara tersebut menunjukkan dukungan lintas institusi. Titin memuji respons cepat pemerintah, mengatakan bahwa tindakan ini membuktikan konsistensi Pemkab dalam mendukung warga yang menghadapi kesulitan.
Pemerintah juga tidak lupa mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti protokol penanganan bencana. Pesan ini penting mengingat potensi bencana yang masih mengancam kawasan ini.
Harapan untuk Pemulihan Berkelanjutan
Sementara bantuan sembako memberikan respons cepat, perjalanan pemulihan masyarakat Brebes selatan masih panjang. Komitmen pemerintah untuk mendampingi hingga kondisi kehidupan normal tercapai menjadi harapan bagi ribuan keluarga yang bergumul dengan ketidakpastian ekonomi pasca-bencana.***

