Portal Pantura, Brebes – Longsor melanda Dukuh Glempang RT 03 RW 06, Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Kamis (1/1/2026) malam pukul 19.00 WIB. Kejadian ini mengakibatkan dua rumah rusak dan sembilan warga terpaksa mengungsi.
Kepala Desa Kalinusu, Wasid, melaporkan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Namun, empat rumah lain kini dalam ancaman longsor susulan.
Hujan Ekstrem Picu Banjir dan Longsor
Cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi melanda enam kecamatan di Brebes bagian selatan pada hari Tahun Baru. Kondisi ini memicu banjir di sungai-sungai yang berada di lereng barat Gunung Slamet.
Kali Keruh menjadi salah satu sungai yang meluap. Aliran sungai ini berubah arah ke utara di wilayah Dukuh Glempang. Perubahan arus inilah yang memicu longsor tebing dengan dimensi besar.
Tebing Setinggi 20 Meter Longsor
Tebing sepanjang 100 meter dengan ketinggian 20 meter ambruk akibat tekanan air. Dua rumah warga langsung terdampak material longsoran.
Rumah pertama milik Sudaryo (55 tahun) yang dihuni empat jiwa. Rumah kedua milik Yatin (70 tahun) dengan lima penghuni. Kedua keluarga kini mengungsi ke rumah saudara yang lebih aman.
Saat ini, kedua bangunan rumah tersebut sedang dalam proses pembongkaran. Langkah ini diambil untuk mencegah risiko kecelakaan lebih lanjut.
Empat Rumah Terancam Longsor Susulan
Selain dua rumah yang rusak, empat rumah lain berada dalam ancaman longsor susulan. Keempat rumah tersebut milik:
- Jaronah (58 tahun), dihuni satu jiwa
- Kholik, dihuni empat jiwa
- Dasrip (62 tahun), dihuni tujuh jiwa
- Muhammad (40 tahun), dihuni empat jiwa
Total 16 jiwa berpotensi harus dievakuasi jika kondisi memburuk.
Drainase Liar Perparah Longsor
Penyebab longsor bukan hanya dari luapan Kali Keruh. Drainase jalan yang tidak teratur juga menyumbang material air ke area tebing. Sistem drainase yang buruk memperparah erosi tanah di lokasi kejadian.
Upaya Penanganan dan Pencegahan
Pemerintah desa telah melakukan pemantauan melalui WhatsApp Group untuk koordinasi penanganan bencana. Pihak terkait juga melakukan asesmen lanjutan di lokasi kejadian.
Edukasi kepada warga RT 03 RW 06 terus dilakukan. Mereka diminta tetap waspada mengingat musim hujan masih berlangsung. Kali Keruh dikenal sering mengalami banjir besar di musim penghujan.
Pemerintah desa mengidentifikasi kebutuhan mendesak berupa penanganan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Keruh. Langkah ini penting agar longsor tidak meluas dan menimbulkan korban.
Kerja Bakti Perbaikan Drainase Dijadwalkan
Kerja bakti pembersihan drainase jalan dijadwalkan pada Sabtu (3/1/2026) pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini bertujuan mengurangi dampak longsoran dengan memperbaiki aliran air.
Partisipasi warga sangat diharapkan dalam kegiatan gotong royong ini. Perbaikan drainase diharapkan dapat mengurangi volume air yang mengalir ke area tebing rawan longsor.
Himbauan Waspada untuk Warga
Pihak berwenang menghimbau warga di sekitar lokasi untuk meningkatkan kewaspadaan. Potensi bencana susulan masih tinggi selama musim hujan berlangsung.
Warga diminta memperhatikan tanda-tanda alam seperti retakan tanah, pergerakan tanah, atau perubahan aliran air. Jika ada indikasi bahaya, segera laporkan kepada kepala desa atau aparat setempat.
Bagi warga yang merasa tidak aman, disarankan untuk mengungsi sementara ke tempat yang lebih tinggi atau rumah kerabat. Keselamatan jiwa adalah prioritas utama dalam menghadapi ancaman bencana alam.***

