Portal Pantura, Brebes – Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini tak lagi asing di dunia industri dan hiburan. Kini, teknologi itu mulai masuk ke ruang kelas. Di SMK Alhikmah 2 Benda, Kabupaten Brebes, para siswa mendapat kesempatan mengenal langsung cara memanfaatkan AI sebagai alat bantu belajar melalui kegiatan sosialisasi yang digelar oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Kegiatan tersebut diprakarsai oleh Muh. Achsan Tudhonny, mahasiswa peserta KKN yang melihat potensi besar AI dalam mendukung proses belajar siswa kejuruan. Dengan memanfaatkan proyektor di ruang kelas, Achsan memaparkan secara langsung sejumlah fungsi AI yang relevan dengan kebutuhan belajar sehari-hari siswa.
AI Bukan Pengganti, Tapi Pendukung Belajar
Dalam sesinya, Achsan menekankan satu poin penting yang kerap disalahpahami: AI bukan alat untuk menggantikan proses berpikir siswa.
“AI bukan untuk menggantikan proses belajar, tetapi untuk membantu siswa memahami materi dengan lebih cepat dan mendalam,” ujarnya di hadapan para siswa.
Ia mencontohkan beberapa fungsi praktis yang bisa langsung dirasakan manfaatnya, mulai dari merangkum materi pelajaran yang panjang, menjelaskan ulang konsep yang sulit dipahami, hingga menyajikan contoh soal beserta pembahasannya secara otomatis. Selain mengenalkan fungsi-fungsi tersebut, sosialisasi juga menyentuh aspek etika penggunaan AI, yakni bagaimana memanfaatkan teknologi ini secara bijak dan bertanggung jawab agar tidak berujung pada ketergantungan atau penyalahgunaan seperti mencontek tugas.
Siswa Antusias, Langsung Praktik
Respons para siswa terbilang positif. Alih-alih sekadar menyimak, banyak siswa yang aktif mengajukan pertanyaan seputar cara kerja AI dan penerapannya untuk kebutuhan tugas sekolah. Beberapa di antara mereka bahkan langsung mencoba menggunakan AI secara mandiri untuk mencari referensi materi pelajaran selama sesi berlangsung.
Antusiasme ini mencerminkan bahwa generasi muda saat ini terbuka terhadap teknologi baru, dan tinggal bagaimana pihak pendidik serta lingkungan sekolah memfasilitasi literasi digital yang terarah.
Langkah Kecil Menuju Pendidikan yang Adaptif
Inisiatif yang tampak sederhana ini sesungguhnya menyiratkan perubahan yang lebih besar dalam dunia pendidikan. Di tengah pesatnya perkembangan digital, kemampuan siswa untuk memahami dan menggunakan teknologi secara kritis menjadi bekal penting menghadapi dunia kerja.
SMK sebagai lembaga pendidikan vokasional memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak lulusan yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga adaptif terhadap perubahan zaman. Pengenalan AI sejak bangku sekolah menjadi salah satu jawaban atas tantangan tersebut.
Ke depan, diharapkan kegiatan serupa dapat diintegrasikan secara lebih sistematis ke dalam kurikulum, bukan sekadar menjadi program insidental yang bergantung pada momen KKN. Dengan demikian, literasi AI di kalangan pelajar bisa tumbuh secara merata dan berkelanjutan.
Sosialisasi di SMK Alhikmah 2 Benda ini menjadi bukti bahwa perubahan dalam dunia pendidikan sering kali dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan konsisten di tingkat paling bawah.
***Pengirim: Muh. Achsan Tudhonny.

