Pesan dari Takmir Masjid
Mewakili Takmir Masjid Al Ikhlas, Bejo Kristanto, S.Kom., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang turut menyukseskan acara. Menurutnya, kegiatan maulid ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kebersamaan dan religiusitas masyarakat Karangpucung masih terjaga dengan baik.
“Alhamdulillah, acara ini dapat terlaksana dengan lancar berkat dukungan semua pihak. Semoga semangat kebersamaan ini terus hidup, tidak hanya saat peringatan maulid, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Bejo.
Suara Jamaah: Maulid Jadi Penguat Ikatan Sosial
Bagi warga, acara ini bukan hanya ajang spiritual, tetapi juga ruang mempererat silaturahmi. Midawati, seorang jamaah yang sekaligus anggota Grup Hadroh Al Ikhlas asal Karangpucung, mengaku selalu menantikan momentum maulid ini.
“Rasanya adem bisa berkumpul seperti ini. Selain dapat ilmu dari tausiyah, kami juga bisa bertemu tetangga dan saudara yang jarang ketemu. Ini jadi pengikat persaudaraan,” ungkapnya.
Menjaga Tradisi, Merawat Kedamaian
Peringatan Maulid Nabi di Karangpucung bukan sekadar agenda tahunan, melainkan tradisi yang telah mengakar. Kegiatan ini meneguhkan pesan bahwa nilai religius harus berjalan seiring dengan harmoni sosial.
Pesan damai yang digaungkan Ustadz Sururul Fuad pun menjadi refleksi penting bagi masyarakat Brebes Selatan. Di tengah dinamika politik dan sosial yang sering memanas, warga diingatkan untuk tetap memegang prinsip ukhuwah, meneladani kesabaran, serta menumbuhkan cinta kepada Nabi Muhammad SAW.
Acara berakhir dengan doa bersama, diiringi suasana kebersamaan yang hangat. Jamaah pulang dengan membawa bukan hanya doorprize, tetapi juga pesan moral untuk memperkuat keimanan, menjaga persaudaraan, dan menebarkan kedamaian.
Tim Redaksi
