“Motivasi terbesar saya adalah ingin membuktikan bahwa anak dari desa juga bisa bersaing di kancah internasional,” ujarnya.
Kepala MAN 1 Brebes, Nurhayati, mengaku bangga atas capaian Zahra. Dari total 430 lulusan tahun ini, 21 siswa diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), dan 38 siswa lainnya lolos ke UIN. Namun prestasi Zahra disebut sebagai pencapaian istimewa.
“Zahra menunjukkan bahwa anak madrasah juga mampu bersaing di panggung dunia. Ini bukti nyata kerja keras dan semangat pantang menyerah,” ujar Nurhayati.
Zahra kini sedang menunggu keputusan akhir dari Columbia dan Babson College. Meski begitu, ia sudah mantap memilih jurusan Statistik di NYU (Stern School of Business) jika tak ada perubahan.
Untuk mendukung studinya di Amerika, Zahra terdaftar sebagai penerima Beasiswa Garuda dari Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi RI. Ia memilih beasiswa ini karena sejalan dengan visinya: belajar di luar negeri dengan semangat kembali membangun tanah air.
“Bagi saya, ini bukan sekadar soal biaya. Tapi soal misi. Saya ingin pulang sebagai profesional yang paham dunia global dan mampu membawa perubahan di sektor ekonomi dan kebijakan publik,” kata Zahra.
Zahra dijadwalkan berangkat ke Amerika Serikat pada Agustus 2025. Ia memohon doa dari seluruh masyarakat, khususnya warga Kabupaten Brebes, agar perjalanannya lancar dan ilmunya bermanfaat untuk Indonesia.***

