Portal Pantura,Tegal- Ditengah suasana hangatnya udara malam Kota Bandung, tawa, obrolan penuh makna mengalir di Pendopo Kota Bandung Jawa Barat.
Tak sekadar reuni biasa, malam itu menjadi ajang temu penuh semangat antara para wali kota berbagai generasi dalam temu Alumni APEKSI.
Dan sebuah pertemuan yang melampaui nostalgia menjadi panggung lahirnya ide besar untuk negeri.
Di antara deretan tamu penting, nampak hadir wajah-wajah yang pernah mengisi halaman-halaman sejarah kota-kota di Indonesia.
Diantaranya, yakmi Wamendagri Bima Arya Sugiarto, Airin Rachmi Diany dan Ramdhan Pomanto serta Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, hingga tuan rumah Muhammad Farhan tampak membaur tanpa sekat. Tidak ada hierarki, yang ada hanyalah semangat cinta pada kota dan negeri.
“APEKSI bukan untuk saling bersaing, tapi saling melengkapi,” ujar Farhan saat sambutannya, disambut anggukan setuju dari hadirin.
Bahkan hal ini Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mengamini usulan gagasan besar dengan nama ‘Mayor Never Die” yang lahir dari sebuah gagasan besar para mantan Wali Kota.
Namun malam itu, bukan hanya tentang pertemuan. Dari diskusi yang dengan akrab namun mendalam lahir sebuah gagasan besar “Senior Mayor Forum”, wadah para mantan wali kota untuk tetap hadir, berkontribusi, membimbing.
“Di negara-negara maju, wali kota adalah tulang punggung pemerintahan. Kita harus mulai ke sana,” Ramdhan Pomanto, penuh semangat.
Ia pun mengusulkan idiom “Mayor Never Die” yakni sebuah penghormatan terhadap pengabdian yang tidak pernah benar-benar usai.
Bima Arya menegaskan peran alumni wali kota masih sangat dibutuhkan. “Jabatan boleh selesai, tapi semangat pengabdian tak boleh padam. Kita harus terus bergerak.”
Usulan lainnya pun mencuat seperti program televisi yang menampilkan para wali kota senior sebagai sumber inspirasi publik, tempat berbagi cerita tentang membangun kota dengan hati dan strategi.
Temu alumni ini bukan akhir sebuah perjalanan. Justru, pertemuan ini akan menjadi titik tolak baru para mantan wali kota bukan “mantan” dalam makna sebenarnya.
Mereka adalah penjaga nilai, pelanjut misi, dan sumber kebijaksanaan bagi generasi berikutnya.
Karena bagi mereka yang mencintai kota dengan sepenuh hati, “wali kota” bukan sekadar jabatan, tetapi identitas yang melekat seumur hidup.***
Tim Redaksi
