“Senin besok kami akan bertemu dengan Bupati untuk membahas langkah-langkah penanganan yang lebih komprehensif. Perlu ada solusi jangka panjang, bukan hanya bantuan sementara,” tegasnya.
Menurutnya, DPRD siap mendukung penuh langkah pemerintah daerah dalam menanggulangi dampak bencana, mengingat pergerakan tanah masih berpotensi terus berlanjut.
Lebih dari 100 Rumah Rusak, Tenda dan Dapur Umum Didirikan
Data terbaru mencatat sebanyak 112 rumah mengalami kerusakan akibat bencana ini. Tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat. Bahkan, beberapa rumah nyaris rata dengan tanah.
Pemerintah desa bersama relawan telah mendirikan dua tenda besar untuk menampung pengungsi, dua tenda kecil untuk kebutuhan logistik dan posko kesehatan, serta dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan warga.
Kepala Desa Mendala, M Basori, menyatakan bahwa pergerakan tanah masih terjadi hingga hari ini, sehingga potensi korban bertambah terus mengintai.
“Kami mengapresiasi bantuan dari DPRD, tetapi kami juga perlu solusi jangka panjang. Pergerakan tanah masih terjadi, dan jika tidak segera ditangani, jumlah warga terdampak bisa terus bertambah,” katanya.
Bencana yang Mengubah Hidup dan Masa Depan Warga
Sejak bencana terjadi, warga Desa Mendala hidup dalam ketidakpastian. Mereka kehilangan tempat tinggal dan harus beradaptasi di tenda-tenda darurat dengan kondisi serba terbatas. Banyak dari mereka menyatakan belum berani kembali ke rumah sebelum ada jaminan keamanan.
Pemerintah desa dan para relawan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik, baik dari sisi logistik, kesehatan, hingga kebutuhan dasar lainnya. Namun tantangan terbesarnya kini adalah memastikan keberlanjutan penanganan dan rehabilitasi pascabencana.

