IKLAN
News

Menteri Keuangan Baru Purbaya: Gaya Komunikasi Ala Koboy, Target Ekonomi 7 Persen

Avatar photo
×

Menteri Keuangan Baru Purbaya: Gaya Komunikasi Ala Koboy, Target Ekonomi 7 Persen

Sebarkan artikel ini
Purbaya Yudi Sadewa. Foto: Instagram @purbayayudisadewa.
Purbaya Yudi Sadewa. Foto: Instagram @purbayayudisadewa.

Portal Pantura – Menteri Keuangan baru, Purbaya Yudi Sadewa, tengah menjadi sorotan publik. Gaya komunikasinya dinilai berbeda dari pendahulunya, Sri Mulyani. Ia tampil blak-blakan dan lugas saat menjawab pertanyaan media maupun dalam forum resmi. Publik menyebutnya sebagai gaya komunikasi ala “koboy”.

Sejak dilantik, Purbaya menunjukkan pendekatan komunikasi yang tegas. Ia tidak menggunakan bahasa teknis berbelit, melainkan istilah sederhana yang mudah dipahami masyarakat. Topik kompleks seperti fiskal, perbankan, hingga pertumbuhan ekonomi dijelaskan secara gamblang.

IKLAN

Salah satu pernyataan yang memicu perhatian adalah target pertumbuhan ekonomi. Purbaya menyebut angka 6–7 persen pada 2026. Angka itu jauh di atas target pemerintah yang mematok 5,4 persen. Pernyataan tersebut dianggap sebagian pihak sebagai tanda optimisme berlebihan, namun ada pula yang melihatnya sebagai bentuk keberanian untuk memacu ekonomi nasional.

Purbaya juga sempat mengungkap alasan penunjukannya sebagai Menteri Keuangan. Ia menyebut kemampuannya mempresentasikan isu-isu ekonomi secara meyakinkan sebagai salah satu faktor. Jawaban ini berbeda dengan pejabat publik lain yang biasanya menekankan hak prerogatif presiden.

Tidak hanya gaya komunikasi, kebijakan yang disampaikan Purbaya juga memunculkan diskusi. Salah satunya terkait dana pemerintah sebesar Rp200 triliun yang selama ini ditempatkan di Bank Indonesia. Purbaya berencana menyalurkan dana itu ke bank-bank konvensional, termasuk Himbara. Tujuannya untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi.

Ia juga menyoroti kebijakan transfer dana daerah. Pada 2025, transfer dana sekitar Rp50 triliun sempat dihentikan. Purbaya menyebut kebijakan itu membebani daerah sehingga berdampak pada kenaikan pajak dan terganggunya operasional. Ia berencana mengevaluasi kebijakan tersebut dan membuka keran transfer lebih besar tahun depan, sesuai RAPBN.

Langkah-langkah ini dianggap berbeda dari kebijakan era Sri Mulyani. Selama ini publik menilai Sri Mulyani sebagai menteri keuangan yang sulit tergantikan. Purbaya mencoba mematahkan pandangan itu dengan pendekatan baru yang lebih populis.

Meski demikian, tantangan besar menunggu. Publik berharap Purbaya mampu mengatasi persoalan fiskal, stabilitas perbankan, dan pertumbuhan ekonomi. Janji meningkatkan pertumbuhan menjadi 6–7 persen akan menjadi pembuktian. Jika berhasil, ia bisa mencatatkan nama sebagai menteri keuangan yang membawa perubahan signifikan.

Bagi sebagian pengamat, gaya komunikasi blak-blakan ini menjadi modal positif. Bahasa yang mudah dimengerti diyakini dapat meningkatkan kepercayaan publik. Namun, sebagian pihak mengingatkan perlunya kehati-hatian agar kebijakan dan pernyataan tetap terukur.

Kini semua mata tertuju pada Purbaya. Publik menunggu realisasi kebijakan ekonomi yang lebih berpihak kepada masyarakat. Jika janji-janji itu terwujud, Purbaya berpotensi menjadi simbol perubahan gaya komunikasi sekaligus arah baru kebijakan fiskal Indonesia.***

Tim Redaksi

Yudhi P
Reporter Yudhi P
---
Penulis ---
Portal Pantura
Editor Portal Pantura
Yudhi P

Terbaru dari Yudhi P