Portal Pantura, Brebes – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan komitmennya mendukung penuh pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 yang berlangsung di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes. Dukungan tersebut disampaikan saat kunjungan kerjanya di Brebes, Sabtu (21/2/2026), di sela agenda peninjauan warga terdampak tanah bergerak di wilayah Sirampog.
Menurut Ahmad Luthfi, TMMD bukan sekadar agenda rutin pembangunan, melainkan instrumen strategis untuk mempercepat pemerataan infrastruktur sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat desa. Ia menilai kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan warga menjadi kekuatan utama dalam mengakselerasi pembangunan di wilayah terpencil.
“Program TMMD memiliki dampak nyata. Tidak hanya membuka akses jalan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” ujarnya.
Program TNI Manunggal Membangun Desa ke-127 di Desa Cikuya resmi dimulai pada 10 Februari 2026. Sejak pembukaan, Satgas TMMD bersama Pemerintah Kabupaten Brebes dan masyarakat setempat mengerjakan berbagai sasaran fisik dan nonfisik secara gotong royong.
Salah satu proyek utama adalah pembukaan dan pembangunan akses jalan sepanjang 1.500 meter yang menghubungkan dua kecamatan, yakni Banjarharjo dan Bantarkawung. Infrastruktur tersebut dinilai vital karena selama ini mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian terkendala kondisi jalan yang terbatas.
Dengan terbukanya akses baru ini, diharapkan aktivitas ekonomi warga meningkat. Petani dapat memasarkan hasil panen dengan lebih mudah, sementara distribusi logistik menjadi lebih efisien. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melihat pembangunan infrastruktur desa sebagai fondasi penting dalam menekan angka kemiskinan dan mempersempit kesenjangan antarwilayah.
Selain pembangunan jalan, TMMD ke-127 juga menyasar program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Sejumlah rumah warga Desa Cikuya dan sekitarnya menjadi prioritas perbaikan agar memenuhi standar hunian sehat dan layak. Program ini menyasar warga dengan kondisi ekonomi terbatas, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat desa.
Gubernur mengapresiasi kerja Satgas TMMD yang tetap konsisten bekerja meski menghadapi tantangan geografis. Wilayah Desa Cikuya yang berbukit dan memiliki kontur tanah yang tidak mudah menjadi ujian tersendiri dalam proses pembangunan.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat gotong royong sebagai nilai dasar dalam pembangunan desa. Menurutnya, keberhasilan TMMD bukan hanya diukur dari capaian fisik, tetapi juga dari tumbuhnya partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan.
“Kolaborasi ini harus terus dijaga. Pemerintah daerah akan terus menyelaraskan program pembangunan dengan inisiatif TNI agar manfaatnya semakin luas,” kata Luthfi.

