Portal Pantura – Harga Pertamax kini Rp 16.250 per liter. Angka itu terasa berat di kantong. Tapi tahukah Anda, harga asli BBM RON 92 ini sebenarnya jauh lebih tinggi?
Pertamina resmi menaikkan harga Pertamax pada 10 Juni 2026. Kenaikannya cukup besar, dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter. Artinya, konsumen kini harus merogoh kocek Rp 3.950 lebih mahal setiap liternya.
Namun ada fakta yang perlu diketahui publik.
VP Commercial & Shipping Business Development Pertamina Patra Niaga, Sigit Setiawan, mengungkap bahwa harga RON 92 di pasar internasional sudah menyentuh Rp 20.000 hingga Rp 21.000 per liter. Sementara Pertamina masih menahannya di angka Rp 12.300 dalam waktu cukup lama.
“Kita masih berupaya menahan di Rp 12.300,” ujar Sigit kepada media.
Langkah itu disebut sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat di tengah gejolak geopolitik global.
Kenapa Akhirnya Naik?
Pertamax adalah BBM nonsubsidi. Harganya memang seharusnya mengikuti pergerakan minyak mentah dunia.
Pertamina akhirnya menyesuaikan harga setelah berkoordinasi dengan pemerintah. Alasannya sederhana: jika terus menanggung kerugian besar, ketersediaan pasokan energi di masyarakat bisa terganggu.
“Kami ingin memastikan ketersediaan suplai di pasar tetap terjaga,” kata Sigit.
Perbandingan dengan Negara Tetangga
Dibandingkan negara-negara Asia Tenggara, harga Pertamax saat ini sebenarnya masih kompetitif.
Di Thailand, BBM RON 91 dijual sekitar Rp 23.327 per liter. Di Filipina, bensin RON 91 mencapai Rp 26.430 per liter, RON 95 di kisaran Rp 28.335, bahkan RON 97 tembus Rp 30.815 per liter.
Di Malaysia, BBM RON 95 bersubsidi dijual seharga sekitar Rp 8.796 per liter. Namun versi nonsubsidinya mencapai Rp 16.444 — sedikit lebih mahal dari Pertamax.
Hanya Vietnam yang menjual RON 92 lebih murah, yakni sekitar Rp 14.000 per liter.
Dengan harga Rp 16.250 per liter, Pertamax masih berada di bawah harga pasar global. Kenaikan ini memang terasa, tapi data menunjukkan Pertamina telah cukup lama meredam lonjakan yang lebih besar.***

