Portal Pantura, Brebes – Program tenaga kesehatan (nakes) door to door di Kabupaten Brebes dinilai belum berjalan optimal. Padahal, layanan ini sangat dibutuhkan warga kurang mampu dan penderita penyakit kronis.
Aktivis LSM di Brebes, Imam Khambali, mendesak Pemkab Brebes memaksimalkan program ini. Ia menyampaikan hal tersebut setelah meninjau langsung kondisi beberapa pasien di wilayah selatan Brebes.
Masih Banyak Warga Belum Terlayani
Imam menemukan fakta mengejutkan di lapangan. Banyak pasien dari keluarga kurang mampu belum mendapat layanan kesehatan memadai.
“Saya melihat langsung masih banyak pasien yang belum tersentuh layanan kesehatan. Mereka butuh kunjungan tenaga kesehatan, bukan hanya program di atas kertas,” kata Imam, Jumat (23/10/2025).
Program nakes door to door sebenarnya menjadi bagian dari pelayanan dasar kesehatan daerah. Implementasinya melibatkan Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes (Dinkes), dan tenaga kesehatan di setiap puskesmas.
Pasien Kronis Jadi Prioritas
Menurut Imam, pasien dengan kondisi tertentu harus diprioritaskan. Di antaranya penderita TBC, paru-paru, difabel, stroke, dan hepatitis.
Kelompok ini justru paling membutuhkan karena kesulitan datang ke fasilitas kesehatan. Hambatannya beragam, mulai dari keterbatasan ekonomi hingga biaya transportasi yang tidak terjangkau.
Imam bahkan menyebut beberapa kasus konkret. Ada pasien TBC di Desa Pagojengan, Paguyangan, yang belum pernah dikunjungi nakes. Begitu juga pasien hepatitis di Desa Penggarutan, Bumiayu, dan pasien stroke di Desa Wanatirta, Paguyangan.
“Warga butuh perhatian. Mereka ingin sehat, tapi untuk berobat ke rumah sakit saja tidak punya ongkos. Di sinilah peran program nakes door to door harus hadir,” tegasnya.
Koordinasi dengan Pemda Membuahkan Hasil
Imam mengaku telah berkoordinasi dengan berbagai pihak. Mulai dari Dinkes, RSUD Bumiayu, Dinas Sosial, hingga Ketua Komisi IV DPRD Brebes.
Tim Redaksi
