IKLAN
Hukum & KriminalNews

Otopsi Bongkar Fakta Baru Kematian Tragis Pelajar di Jalan Lingkar Bumiayu

Avatar photo
×

Otopsi Bongkar Fakta Baru Kematian Tragis Pelajar di Jalan Lingkar Bumiayu

Sebarkan artikel ini

Portal Pantura, Misteri kematian tragis seorang pelajar berinisial MAN (16) di jalan lingkar Bumiayu, Kabupaten , memasuki babak baru. Remaja tersebut menjadi korban salah sasaran dalam tragedi maut yang terjadi beberapa waktu lalu.

Pada Senin (8/9/2025) siang, tim forensik Polda Jawa Tengah membongkar makam korban di Pemakaman Umum Desa Linggapura, Kecamatan . Pembongkaran dilakukan untuk proses otopsi demi memastikan penyebab pasti kematian MAN.

IKLAN

KBO Reskrim Polres , Iptu Cecep Subarkah, membenarkan langkah tersebut. Ia menyebut otopsi menjadi bagian penting dalam melengkapi alat bukti penyelidikan.
“Ya, saat ini sedang dilakukan otopsi pada jenazah korban,” ujarnya singkat.

Dugaan Awal dan Fakta Baru

Awalnya, MAN dikabarkan tewas akibat terjatuh dari motor setelah dihadang warga. Namun, fakta baru mencuat ketika jenazah dimandikan di RSUD Bumiayu. Tim medis menemukan potongan kayu reng sepanjang 10 sentimeter tertancap di bagian belakang kepala korban.

Temuan itu semakin menguatkan dugaan bahwa kematian MAN bukan murni akibat kecelakaan. Polisi pun kini bekerja ekstra untuk mengungkap apakah korban mengalami tindak kekerasan sebelum meninggal dunia.

Bantahan dari Keluarga

Keluarga korban menolak tuduhan yang beredar di media sosial bahwa MAN adalah pelaku balap liar. Pihak keluarga menegaskan bahwa remaja tersebut hanya kebetulan melintas di lokasi kejadian seorang diri.

“Almarhum hanya kebetulan lewat malam itu. Dia bukan bagian dari rombongan balap liar,” tegas Kris, salah satu keluarga, Senin (9/9/2025).

Menurut keterangan keluarga, MAN pada malam kejadian sebenarnya bermaksud menagih utang temannya di kawasan Bumiayu. Namun, naas, ia justru terjebak dalam amarah warga yang mengira dirinya bagian dari kelompok balap liar.
“Lokasi kejadian itu bahkan bukan jalur yang biasa dipakai untuk balapan,” tambahnya.

Rekaman CCTV Jadi Bukti Penting

Selain kesaksian keluarga, bukti rekaman CCTV juga memperkuat klaim bahwa MAN bukan pembalap liar. Dalam rekaman berdurasi singkat, tampak korban melintas sendirian menggunakan sepeda motor di depan Jadi Baru Mall sekitar pukul 00.27 WIB. Tak lama setelah itu, ia terjatuh karena menghadapi hadangan warga.

Keberadaan CCTV ini kini menjadi salah satu bukti penting bagi penyidik untuk mengungkap kebenaran kasus tersebut.

Tim Redaksi

Yudhi P
Reporter Yudhi P
---
Penulis ---
Portal Pantura
Editor Portal Pantura
Yudhi P

Terbaru dari Yudhi P