Portal Pantura, Brebes – Musim panen tahun ini membawa angin segar bagi petani di Desa Cikuya, Kabupaten Brebes. Selain hasil padi yang melimpah, perbaikan infrastruktur jalan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) memberikan dampak nyata terhadap kelancaran distribusi hasil pertanian.
Selasa (24/2/2026), suasana sawah di Desa Cikuya tampak lebih semarak. Hamparan padi menguning siap dipanen, sementara para petani bekerja dengan penuh semangat. Salah satunya adalah Hermanto (60), petani setempat yang mengaku bersyukur atas hasil panen tahun ini.
Menurut Hermanto, produktivitas sawahnya meningkat dibanding musim sebelumnya. Bulir padi tampak bernas dan kualitas gabah dinilai baik. Namun, bukan hanya hasil panen yang membuatnya lega, melainkan kemudahan akses transportasi yang kini dirasakan para petani.
“Alhamdulillah, hasilnya bagus. Sekarang jalan sudah halus, jadi angkut gabah tidak sesulit dulu,” ujar Hermanto di sela aktivitas panen.
Perubahan tersebut tidak lepas dari pembangunan jalan melalui program TMMD Reguler ke-127 yang dilaksanakan oleh Kodim 0713/Brebes. Jalan yang sebelumnya berupa tanah dan kerap becek saat hujan, kini telah dicor sehingga bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat dengan lebih aman.
Sebelum dilakukan pengecoran, petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mengangkut hasil panen. Kondisi jalan yang licin dan berlumpur membuat kendaraan sulit masuk ke area persawahan. Tak jarang, petani terpaksa memikul karung gabah ke titik yang lebih mudah dijangkau kendaraan.
Kini, situasi tersebut berubah signifikan. Kendaraan pengangkut dapat langsung mendekati lahan pertanian. Proses distribusi menjadi lebih cepat, risiko kerusakan hasil panen berkurang, dan biaya operasional lebih efisien.
Serda Djoko Santoso, anggota Satgas TMMD Reguler ke-127 yang ditemui di lokasi, mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur pedesaan memang menjadi salah satu prioritas program TMMD. Menurutnya, akses jalan yang baik berpengaruh langsung terhadap perputaran ekonomi masyarakat.
“Kami melihat sendiri bagaimana jalan ini membantu petani. Hasil panen bisa langsung diangkut tanpa hambatan berarti. Ini menjadi motivasi bagi kami di lapangan,” ujarnya.
Program TMMD yang dilaksanakan jajaran TNI Angkatan Darat tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dan masyarakat. Kehadiran prajurit di tengah warga desa dinilai mampu mempercepat pembangunan sekaligus membangun kedekatan sosial.
Kepala desa setempat menyebutkan bahwa dampak pembangunan jalan mulai terasa sejak tahap pengerjaan selesai. Selain mendukung sektor pertanian, akses tersebut juga mempermudah mobilitas warga untuk kegiatan ekonomi dan sosial lainnya.
Desa Cikuya yang sebagian besar warganya berprofesi sebagai petani kini memiliki harapan baru untuk meningkatkan kesejahteraan. Infrastruktur yang memadai membuka peluang distribusi hasil pertanian ke pasar dengan waktu tempuh lebih singkat.
Pengamat pembangunan pedesaan menilai, intervensi infrastruktur seperti ini memiliki efek jangka panjang. Ketika biaya logistik menurun, margin keuntungan petani berpotensi meningkat. Pada akhirnya, hal itu dapat mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan.
Bagi Hermanto dan petani lainnya, perubahan tersebut bukan sekadar proyek pembangunan, melainkan solusi nyata atas persoalan yang selama ini mereka hadapi. Senyum yang terpancar saat panen menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur mampu menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Dengan hasil panen yang memuaskan dan akses jalan yang semakin baik, petani Desa Cikuya optimistis menghadapi musim tanam berikutnya. Kolaborasi antara aparat dan masyarakat pun diharapkan terus berlanjut demi memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan warga di Kabupaten Brebes.***

