Portal Pantura, Brebes – Gunungan sampah plastik dan limbah kemasan makanan yang berserakan di sepanjang bibir Pantai Randusanga, Brebes, menjadi sasaran operasi bersih-bersih gabungan pada Jumat (13/2/2026). Ratusan personel TNI dari Kodim 0713/Brebes, aparat kepolisian, pemerintah daerah, hingga warga lokal turun langsung menyisir kawasan pesisir dalam aksi pelestarian lingkungan yang digagas sebagai bagian dari program strategis Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad).
Aksi kolaboratif ini dimulai sejak pagi hari. Dilengkapi karung jumbo dan alat sederhana, para relawan memunguti berbagai jenis sampah yang mencemari kawasan wisata tersebut. Tidak hanya plastik, namun juga sisa-sisa bungkus makanan dan limbah lain yang terbawa arus laut maupun ditinggalkan pengunjung.
Mayor Arhanud Aris Khoerudin, S.Ag., Kepala Staf Kodim 0713/Brebes, menjelaskan bahwa gerakan ini melampaui sekadar ritual pembersihan semata. “Ini bagian dari upaya membangun kesadaran bersama bahwa kawasan pesisir punya fungsi ganda—ekologis dan ekonomis. Kegiatan ini sejalan dengan program unggulan Kasad tentang ‘Mageri Segoro’ (menjaga laut) dan penghijauan yang juga menjadi fokus TMMD Reguler ke-127 di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo,” jelasnya di lokasi.
Ancaman Sampah Plastik terhadap Ekosistem Laut
Pantai Randusanga merupakan salah satu destinasi wisata andalan Kabupaten Brebes. Panorama laut dan bentangan pasirnya kerap menarik kunjungan keluarga, terutama saat akhir pekan. Namun, tingginya arus wisatawan berbanding lurus dengan penumpukan sampah, khususnya plastik yang membutuhkan ratusan tahun untuk terurai.
Kondisi cuaca yang tidak menentu juga turut memperburuk situasi. Sampah dari laut lepas terbawa ombak dan menumpuk di garis pantai, mengancam kelestarian biota laut dan merusak estetika kawasan wisata.
Harapan Keberlanjutan dan Dampak Ekonomi
Melalui gerakan pembersihan ini, Kodim 0713/Brebes mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengubah perilaku. Target utamanya adalah membangun budaya buang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan kawasan publik, khususnya area wisata.
“Pantai yang bersih dan terawat bukan hanya soal keindahan. Ini juga berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan yang berdampak langsung pada ekonomi masyarakat pesisir,” ujar Mayor Aris.
Antusiasme warga lokal terhadap kegiatan ini cukup tinggi. Banyak yang berharap aksi serupa dapat dijadwalkan secara berkala agar kelestarian Pantai Randusanga terjaga dalam jangka panjang.
Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan—mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat—kegiatan ini menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Langkah ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga aset alam sekaligus mendorong pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.***
Tim Redaksi
