“Kalau begini terus, banyak pedagang yang mau pindah. Pasar ini benar-benar seperti sungai saat hujan,” ujarnya kesal.
Dampak kerusakan pasar ini langsung terasa pada omzet. Pembeli enggan berbelanja karena kondisi tidak nyaman. Pedagang pun kehilangan penghasilan.
Keluhan Menyebar ke Media Sosial
Frustrasi pedagang kini merambah media sosial. Sejumlah pedagang mengunggah foto dan video kondisi pasar ke Instagram dan Facebook.
Dalam unggahan tersebut terlihat jelas genangan air masuk ke kios. Pedagang harus mengangkat barang dagangan agar tidak terendam.
Unggahan viral ini menarik perhatian warganet dan tokoh masyarakat setempat.
Omang, tokoh masyarakat Bumiayu, turut menyoroti kondisi pasar yang memprihatinkan.
“Saya sudah lihat langsung. Hampir semua pedagang mengeluh. Kondisinya rusak parah, apalagi saat hujan,” kata Omang.
Ia mendesak pemerintah daerah segera bertindak. Jangan sampai dibiarkan berlarut-larut.
Pusat Ekonomi yang Terabaikan
Pasar Induk Bumiayu merupakan jantung perekonomian wilayah selatan Kabupaten Brebes. Dengan 400 pedagang aktif, pasar ini menjadi tulang punggung ekonomi lokal.
Sayangnya, minimnya perawatan membuat fasilitas pasar jauh dari standar layak. Kondisi ini ironis mengingat peran vital pasar bagi masyarakat.

