Aksi seni yang digelar sejak pukul 09.30 WIB itu dimulai dengan iring-iringan calung dari halaman Pendopo Kecamatan Bumiayu menuju lokasi RTH di Jalan Ahmad Dahlan. Iring-iringan tersebut menarik perhatian pengguna jalan dan warga sekitar.
Beragam pertunjukan ditampilkan dalam aksi ini. Mulai dari tarian tradisional, pembacaan puisi bertema kritik sosial, hingga live melukis di sekitar area RTH. Kegiatan ini berlangsung tertib dan damai.
Tercatat sekitar 20 komunitas seni turut ambil bagian dalam aksi tersebut.
Masyarakat menilai pembangunan RTH Bumiayu Asri dianggap penting untuk memenuhi kebutuhan ruang publik yang representatif di wilayah selatan Kabupaten Brebes.
Sebagai informasi, RTH Bumiayu Asri telah direncanakan sejak beberapa tahun terakhir. Namun realisasi pembangunannya terus tertunda karena berbagai kendala, termasuk keterbatasan anggaran.
Dengan adanya kepastian anggaran perubahan di akhir 2025, warga Bumiayu kini menaruh harapan besar agar proyek tersebut benar-benar direalisasikan. Pemerintah daerah diharapkan bisa menjadikan RTH bukan hanya taman biasa, tetapi juga pusat kegiatan seni, budaya, dan ruang interaksi sosial yang inklusif.***
Seorang nelayan wanita sedang menjemur ikan di kawasan pesisir Kabupaten Brebes untuk menjaga kualitas dan nilai jual hasil tangkapan. (Foto: Humas Dinkominfotik Brebes)
" data-large-file="https://www.portalpantura.com/wp-content/uploads/2026/11/Nelayan-Wanita-Menjemur-Ikan.jpg" />
