Portal Pantura, Brebes – Pemerintah Kabupaten Brebes menggelar program bantuan sosial Wareg Sedoyo (Wardoyo) yang dipadukan dengan layanan kesehatan tenaga medis door to door di dua kecamatan sekaligus. Kegiatan yang berlangsung di Kecamatan Jatibarang dan Kecamatan Songgom pada Senin (9/2/2026) ini menargetkan warga kurang mampu dan kelompok rentan.
Bupati Brebes Hj Paramitha Widya Kusuma SE MM turun langsung memantau penyaluran bantuan sekaligus mengawasi pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat. Program ganda ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kesejahteraan dan derajat kesehatan masyarakat secara bersamaan.
Kolaborasi dengan CSR Perusahaan
Bantuan sosial yang disalurkan bersumber dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan swasta yang beroperasi di wilayah Brebes. Menurut Paramitha, kerja sama ini menunjukkan kepedulian dunia usaha terhadap kondisi sosial masyarakat sekitar.
“Kontribusi perusahaan-perusahaan di Brebes ini tidak hanya meringankan beban ekonomi warga, tapi juga membuktikan bahwa pembangunan daerah adalah tanggung jawab bersama,” kata Paramitha saat menyerahkan bantuan kepada warga.
Program Wardoyo dirancang untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama mereka yang berada dalam kondisi ekonomi lemah dan kelompok rentan lainnya.
Layanan Kesehatan Langsung ke Rumah Warga
Bersamaan dengan penyaluran bantuan sosial, tim tenaga kesehatan (nakes) Kabupaten Brebes memberikan pelayanan medis langsung di kediaman warga. Layanan door to door ini mencakup pemeriksaan kesehatan dasar, pemantauan kondisi lansia, pengawasan penderita penyakit kronis, serta edukasi pola hidup sehat.
Didampingi petugas medis, Bupati Paramitha menyapa warga satu per satu, khususnya lansia dan mereka yang memiliki keterbatasan mobilitas. Pemeriksaan dilakukan di tempat, mulai dari pengukuran tekanan darah hingga konsultasi keluhan kesehatan yang selama ini sulit disampaikan.
“Pendekatan door to door adalah bentuk nyata kehadiran negara di tengah rakyat. Kesehatan merupakan hak dasar yang harus dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali,” tegas Paramitha.
Dialog dan Edukasi Kesehatan
Selain pemeriksaan fisik, program ini membuka ruang dialog antara warga dengan tenaga kesehatan. Masyarakat mendapatkan edukasi praktis mengenai pentingnya menjaga kesehatan tubuh, terutama bagi lansia dan pengidap penyakit kronis yang memerlukan perawatan berkelanjutan.
Metode ini dinilai efektif karena memastikan layanan kesehatan benar-benar sampai kepada mereka yang paling membutuhkan, terutama warga dengan akses terbatas ke fasilitas kesehatan.

