Sikap ini dinilai cukup berbeda. Di tengah politik transaksional yang sering mewarnai hubungan partai dan pemerintah daerah, Cahrudin memilih pendekatan yang lebih rasional. Dukungan diberikan berdasarkan kinerja, bukan kedekatan personal.
Bijak Bermedia Sosial di Era Digital
Pesan lain yang tak kalah penting adalah soal penggunaan media sosial. Cahrudin mengingatkan kader agar lebih bijak dalam beraktivitas di dunia maya.
“Tidak semua aktivitas perlu dipublikasikan. Bisa menimbulkan persepsi negatif di masyarakat,” katanya.
Menurutnya, kader harus memiliki desain perilaku yang jelas. Tujuannya agar masyarakat merasa senang, bukan justru benci.
“Pahami kondisi masyarakat dan berkomunikasilah sesuai situasinya,” pesan Cahrudin.
Di era digital, unggahan di media sosial kerap menjadi bumerang. Konten yang tidak sensitif terhadap situasi bisa memicu sentimen negatif. Peringatan ini tampaknya menjadi respons atas sejumlah kasus kader partai yang tersandung masalah akibat konten media sosial.
Bantuan untuk Korban Bencana
Selain perayaan internal, PDI Perjuangan Brebes juga fokus pada aksi nyata. Bantuan langsung disalurkan kepada warga terdampak bencana di Kecamatan Bumiayu.
Langkah ini menunjukkan komitmen partai untuk tidak hanya berpolitik, tetapi juga hadir secara konkret saat masyarakat membutuhkan.
Kegiatan donor darah juga digelar sebagai bagian dari bakti sosial. Ratusan kantong darah berhasil dikumpulkan untuk membantu stok Palang Merah Indonesia (PMI) setempat.***

