TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

Perempuan Cikuya Turun ke Lapangan, Dandim Brebes Apresiasi Semangat Gotong Royong di TMMD ke-127

×

Perempuan Cikuya Turun ke Lapangan, Dandim Brebes Apresiasi Semangat Gotong Royong di TMMD ke-127

Sebarkan artikel ini
Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Ambariyantomo mengapresiasi perempuan Desa Cikuya yang turut membantu pekerjaan fisik TMMD ke-127.
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura, – Pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 yang digelar Kodim 0713/ di Desa menghadirkan pemandangan berbeda. Tidak hanya kaum pria, sejumlah perempuan desa setempat turut ambil bagian dalam pekerjaan fisik di lokasi kegiatan.

Keterlibatan para ibu dan pemudi desa itu mendapat perhatian langsung dari Komandan Kodim 0713/ yang juga bertindak sebagai Dansatgas TMMD, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int., saat meninjau progres pekerjaan, Selasa (16/02/2026).

Di tengah aktivitas pembangunan yang berlangsung, para perempuan tampak membantu mengangkat material, menata batu, hingga mendukung kebutuhan teknis di lapangan. Kehadiran mereka menambah energi positif dalam pelaksanaan program yang bertujuan mempercepat pembangunan infrastruktur desa tersebut.

iklan

Letkol Inf Ambariyantomo menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif masyarakat, terutama kaum perempuan yang dinilai menunjukkan komitmen kuat terhadap kemajuan desanya. Ia bahkan menyempatkan diri menyapa dan menyalami warga satu per satu sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka.

“Saya merasa bangga melihat semangat kebersamaan warga Desa . Keterlibatan ibu-ibu dan pemudi dalam kegiatan fisik ini menunjukkan bahwa pembangunan adalah tanggung jawab bersama,” ujar Ambariyantomo di sela peninjauan.

Program TMMD sendiri merupakan wujud sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan wilayah pedesaan, khususnya di daerah yang masih membutuhkan peningkatan akses infrastruktur. Di Desa , sejumlah pekerjaan fisik tengah dikerjakan secara gotong royong oleh personel TNI dan masyarakat.

Partisipasi perempuan dalam kegiatan tersebut menjadi sorotan karena menunjukkan perubahan perspektif tentang peran dalam pembangunan desa. Meski pekerjaan fisik identik dengan tenaga laki-laki, warga perempuan tidak ragu terlibat langsung di lapangan.

Salah satu warga mengungkapkan bahwa keterlibatan mereka didorong oleh rasa memiliki terhadap hasil pembangunan. Infrastruktur yang dibangun melalui TMMD diyakini akan berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan mobilitas warga sehari-hari.

“Kami ingin pembangunan ini cepat selesai dan bisa segera dimanfaatkan bersama. Ini untuk desa kami sendiri,” ujar salah seorang ibu yang ikut bekerja di lokasi.

Menurut Dandim, semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat Desa mencerminkan kuatnya kemanunggalan TNI dan rakyat. Ia menilai, kebersamaan seperti ini menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan hasil pembangunan.

Lebih lanjut, Ambariyantomo berharap semangat kolaborasi tidak berhenti setelah program TMMD berakhir. Rasa memiliki terhadap infrastruktur yang dibangun, kata dia, akan menjadi faktor utama dalam menjaga dan merawat fasilitas tersebut di masa mendatang.

“Ketika masyarakat terlibat langsung sejak awal, mereka akan merasa memiliki. Itu yang membuat hasil pembangunan bisa bertahan lama,” tegasnya.

Pelaksanaan TMMD ke-127 di Desa menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga penguatan nilai kebersamaan dan partisipasi warga. Keterlibatan lintas gender dalam kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa semangat gotong royong tetap menjadi kekuatan utama masyarakat pedesaan.

Dengan dukungan penuh dari warga, program TMMD diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Desa serta mempererat hubungan antara TNI dan rakyat.***

Imam Muzaki

Terbaru dari Imam Muzaki