TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

Peringatan BMKG Hari Ini: Hujan Lebat Ancam Jawa, NTB, dan NTT Akibat Bibit Siklon Tropis 6 Maret 2026

×

Peringatan BMKG Hari Ini: Hujan Lebat Ancam Jawa, NTB, dan NTT Akibat Bibit Siklon Tropis 6 Maret 2026

Sebarkan artikel ini
Peringatan BMKG Hari Ini: Hujan Lebat Ancam Jawa, NTB, dan NTT Akibat Bibit Siklon Tropis 6 Maret 2026
Ilustrasi cuaca. (Foto: Frank J/Pexels)
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika () mengeluarkan peringatan signifikan untuk Jumat, 6 Maret 2026. Tiga bibit siklon tropis sekaligus terpantau aktif di sekitar wilayah Indonesia dan berpotensi memicu hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah provinsi.

Tiga Bibit Siklon Tropis Terpantau Aktif

Bibit Siklon 90S saat ini berada di Samudra Hindia, barat daya selatan Jawa Timur. Kecepatan angin maksimumnya mencapai 35 knot dengan tekanan udara 998 hPa, bergerak ke arah timur. Dalam 48 hingga 72 jam ke depan, intensitasnya diprediksi melemah. Meski demikian, kehadirannya memicu terbentuknya low-level jet di Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga selatan Nusa Tenggara Barat. Dampaknya, terbentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang membentang dari perairan selatan Banten hingga selatan NTB, serta dari Pulau Jawa hingga wilayah Nusa Tenggara Barat.

Bibit Siklon 93S terdeteksi di perairan barat Australia Barat dengan kecepatan angin 25 knot dan tekanan 995 hPa, bergerak ke arah barat hingga barat daya. Berbeda dengan 90S, intensitas bibit ini diperkirakan meningkat ke kategori sedang dalam dua hingga tiga hari ke depan. Sistem ini menginduksi pembentukan low-level jet di Samudra Hindia bagian barat, utara Australia.

iklan

Bibit Siklon 92P berada di Teluk Carpentaria dengan kecepatan angin 15 knot dan tekanan 1.004 hPa. Intensitasnya diprediksi menurun dalam 48 hingga 72 jam mendatang, namun sistem ini tetap memicu pembentukan low-level jet di kawasan Teluk Carpentaria.

Selain ketiga bibit siklon tersebut, pusat tekanan rendah juga terpantau di Samudra Pasifik, utara Papua Nugini. Sirkulasi siklonik ini membentuk daerah konvergensi di perairan utara Papua dan berpotensi mempercepat pertumbuhan awan hujan di sekitar kawasan tersebut.

Wilayah dengan Risiko Hujan Lebat

Kombinasi dinamika atmosfer dari seluruh sistem tersebut menciptakan kondisi yang cukup ekstrem di berbagai penjuru Indonesia. meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah berikut:

  • Kepulauan Bangka Belitung
  • Banten
  • DKI Jakarta
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Nusa Tenggara Barat (NTB)
  • Nusa Tenggara Timur (NTT)

Sejumlah wilayah lain juga berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat.

Prakiraan Kota Besar

Untuk wilayah barat Indonesia, waspada hujan petir di Banjarmasin dan hujan lebat di Yogyakarta. Hujan ringan diprakirakan terjadi di Padang, Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Palembang, Pangkalpinang, Bandar Lampung, sebagian besar Pulau Jawa, dan sebagian besar Kalimantan. Berawan tebal diprakirakan di Banda Aceh, Medan, dan Tanjung Pinang.

Di wilayah timur Indonesia, hujan sedang diprakirakan di Denpasar, Manado, Nabire, dan Jayawijaya. Hujan ringan berpotensi terjadi di Kupang, Makassar, Kendari, Mamuju, Palu, Ternate, Ambon, Jayapura, dan Merauke. Berawan tebal diprakirakan di Mataram, Gorontalo, dan Manokwari. Sementara itu, potensi kabut atau asap terpantau di Sorong.

Imbauan

Masyarakat diimbau untuk terus memperbarui informasi secara berkala melalui situs resmi di .go.id atau mengikuti akun media sosial resmi di @infobmkg. Kondisi dapat berubah dengan cepat, terutama di wilayah yang berada dalam jangkauan pengaruh bibit siklon aktif.***

Setyo

Terbaru dari Setyo