Portal Pantura, Jakarta – Pasar aset kripto global dikejutkan oleh pergerakan tajam yang terjadi pada awal bulan November 2026. Harga Bitcoin (BTC) yang sebelumnya sempat perkasa di atas level US81.000 mendadak mengalami koreksi masif hingga menyentuh kisaran US76.000 pada 5 November 2026.
Pelemahan drastis ini tidak berdiri sendiri, melainkan dipicu oleh gelombang aksi jual besar-besaran di pasar saham Amerika Serikat. Sektor teknologi di Wall Street mengalami tekanan berat yang kemudian menjalar secara langsung ke ekosistem aset digital global.
Sentimen Pasar Saham Amerika Serikat dan Sektor Teknologi
CEO & Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menegaskan bahwa penurunan tajam pada harga Bitcoin harus dibaca dalam kerangka pasar keuangan makro yang lebih luas. Koreksi masif pada saham-saham teknologi raksasa di Amerika Serikat, khususnya sektor semikonduktor, mencerminkan adanya langkah antisipasi dari para investor besar.
Langkah tersebut berupa pengurangan eksposur secara signifikan terhadap instrumen investasi yang dikategorikan memiliki risiko tinggi. Ketika bursa saham konvensional mengalami pelemahan struktural, aset kripto kerap menjadi sasaran likuiditas pertama yang dilepas oleh pelaku pasar.
Dampak Politik Pemilu Sela Amerika Serikat
Tekanan eksternal terhadap pasar keuangan global semakin diperkuat oleh dinamika politik domestik di Amerika Serikat. Penyelenggaraan pemilu sela Amerika Serikat atau US Midterm Elections pada 3 November 2026 memunculkan spekulasi baru di kalangan investor institusional.
“Salah satu sentimen yang memengaruhi pasar adalah kemenangan Partai Demokrat dalam Pemilu Sela AS, yang memunculkan kekhawatiran mengenai potensi regulasi dan pembatasan lebih ketat terhadap pengembangan teknologi AI, termasuk super AI. Ketidakpastian tersebut turut menekan prospek perusahaan teknologi dan memicu aksi jual di pasar saham AS,” ungkap Yudho.
Data Penurunan Pasar Kripto Global
Tekanan jual yang masif berdampak langsung pada penurunan nilai kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan. Berdasarkan data statistik terkini dari platform CoinGecko, Bitcoin tercatat mengalami penurunan sekitar 5,8% dalam kurun waktu 24 jam hingga 5 November.
Aset digital andalan tersebut diperdagangkan di kisaran harga US$75.954 per koin. Tekanan serupa juga menghantam jajaran aset kripto altcoin utama lainnya di seluruh bursa global.
Ethereum (ETH) tercatat mengalami pelemahan yang cukup dalam sebesar 7,5% ke level US2.251. Sementara itu, aset kripto Solana (SOL) turut merosot tajam hingga 7,9% ke posisi US89,16.
Secara akumulatif, total kapitalisasi pasar kripto global tergerus sebesar 4,6% hingga menyusut ke kisaran US$2,66 triliun. Kondisi ini memperlihatkan tingginya korelasinya dengan pasar keuangan tradisional.

