“Kerusakan paling parah terjadi di SD Limbangan Kulon 1 dan 2. Karena itu, kegiatan belajar mengajar untuk sementara dilakukan di rumah hingga kondisi sekolah memungkinkan untuk digunakan kembali,” kata Caridah.
Dindikpora juga telah mengoordinasikan upaya pemulihan agar proses belajar mengajar dapat segera berjalan normal, termasuk distribusi peralatan sekolah yang disalurkan bersama bantuan logistik.
Selain memberikan bantuan langsung, pemerintah terus mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman cuaca ekstrem.
Nana Sudjana meminta masyarakat mempersiapkan tempat evakuasi yang aman dan memastikan keselamatan selama bencana.
“Kita harus bersama-sama menjaga agar tidak ada korban akibat bencana. Pemerintah siap mendukung segala kebutuhan masyarakat yang terdampak,” tegasnya.
Sementara itu, BPBD Brebes terus memantau situasi di lapangan dan memperkuat koordinasi dengan pihak terkait, termasuk TNI, Polri, dan relawan.
Tim gabungan juga telah bersiaga di sejumlah titik rawan banjir untuk memastikan respons cepat jika terjadi peningkatan debit air di sungai.
Dalam jangka pendek, pemerintah daerah akan fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar warga, seperti makanan, tempat tinggal sementara, dan layanan kesehatan.
Dapur umum yang didirikan di lokasi pengungsian akan tetap dioperasikan hingga situasi benar-benar normal.
Pada tahap selanjutnya, pemerintah berencana melakukan evaluasi terhadap infrastruktur yang rusak, seperti tanggul sungai dan fasilitas umum lainnya.
Tim Redaksi
