Bantuan tersebut meliputi 10 ton beras, perlengkapan keluarga (family kit), makanan siap saji, kasur lipat, serta peralatan sekolah.
“Kami dari pemerintah provinsi dan kabupaten terus berupaya memberikan bantuan yang diperlukan, termasuk logistik dan obat-obatan. Selain itu, kami juga sudah berkoordinasi dengan BMKG terkait cuaca ekstrem,” jelas Nana Sudjana.
Ia menambahkan bahwa operasi modifikasi cuaca telah dilakukan sebanyak 10 kali untuk mengurangi dampak hujan lebat.
Namun, curah hujan yang tinggi masih menjadi tantangan. “Masyarakat harus tetap waspada karena puncak cuaca ekstrem diperkirakan akan terjadi pada Februari mendatang,” katanya.
Banjir juga berdampak pada sektor pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Brebes, Caridah, melaporkan bahwa sebanyak 33 sekolah terdampak banjir di tiga kecamatan, yaitu Brebes, Jatibarang, dan Wanasari.
Tim Redaksi
