Portal Pantura, Brebes – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 yang digelar oleh Kodim 0713/Brebes membawa dampak nyata bagi warga Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes. Pembangunan jalan rabat beton yang menjadi salah satu sasaran fisik kegiatan ini kini memperlancar mobilitas masyarakat, khususnya para petani dan pencari kayu yang setiap hari menggantungkan penghasilan dari kawasan hutan.
Salah satu warga yang merasakan langsung manfaatnya adalah Lukman (60), pencari kayu bakar yang telah puluhan tahun keluar-masuk hutan di wilayah tersebut. Ia mengaku sebelumnya harus berjibaku dengan jalan tanah yang licin dan berlumpur, terutama saat musim hujan tiba.
“Kalau hujan, jalannya becek sekali. Motor sering selip, gerobak juga susah lewat. Kadang harus dorong ramai-ramai,” ujarnya saat ditemui di lokasi pembangunan jalan, Selasa (24/2/2026).
Kondisi itu tidak hanya menyulitkan, tetapi juga memperlambat distribusi hasil hutan yang menjadi sumber penghasilan warga. Akses yang buruk berdampak pada tingginya biaya angkut dan risiko kerusakan barang. Kini, setelah dibangun jalan rabat beton yang lebih kokoh dan rata, waktu tempuh menuju hutan menjadi lebih singkat dan aman.
Program TMMD yang dilaksanakan secara terpadu antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat ini memang difokuskan pada pembangunan infrastruktur dasar di wilayah pedesaan. Di Desa Cikuya, pembangunan jalan menjadi prioritas karena menjadi urat nadi aktivitas ekonomi warga.
Komandan Kodim 0713/Brebes, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int., menegaskan bahwa TMMD hadir untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat di lapangan. Menurutnya, infrastruktur yang memadai akan membuka peluang peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan.
“TMMD bukan hanya membangun fisik semata, tetapi juga membangun harapan dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Jalan ini diharapkan bisa mendorong aktivitas ekonomi warga agar lebih lancar,” ujarnya saat meninjau progres pekerjaan.
Ia menambahkan, pembangunan jalan rabat beton tersebut juga akan mempermudah akses pertanian dan distribusi hasil bumi lainnya. Dengan infrastruktur yang lebih baik, potensi desa dapat dikembangkan secara maksimal tanpa terkendala akses transportasi.
Selain sasaran fisik berupa pembangunan jalan, TMMD Reguler ke-127 juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat. Warga terlihat bergotong royong bersama personel TNI dalam proses pengerjaan. Kebersamaan itu menjadi salah satu nilai penting dalam pelaksanaan program, yakni memperkuat solidaritas sosial di tingkat desa.
Kepala Desa Cikuya menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan melalui program TMMD. Ia berharap pembangunan ini tidak hanya meningkatkan akses ekonomi, tetapi juga berdampak pada sektor pendidikan dan kesehatan karena jalur transportasi menjadi lebih mudah dilalui.
Bagi Lukman dan warga lainnya, perubahan kondisi jalan bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi tentang keberlanjutan mata pencaharian. Dengan akses yang lebih baik, mereka dapat mengangkut kayu bakar maupun hasil pertanian tanpa khawatir terjebak lumpur atau tergelincir.
“Sekarang lebih cepat dan aman. Kami sangat terbantu,” kata Lukman singkat.
Program TMMD Reguler ke-127 di Desa Cikuya menjadi contoh sinergi antara TNI dan masyarakat dalam membangun desa dari pinggiran. Infrastruktur yang memadai diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta meningkatkan kualitas hidup warga secara bertahap.
Dengan selesainya pembangunan jalan rabat beton tersebut, Desa Cikuya kini memiliki akses yang lebih layak menuju kawasan hutan dan lahan pertanian. Warga pun menatap masa depan dengan optimisme baru, seiring terbukanya peluang ekonomi yang semakin luas.***

