UPDATE TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

PSI Jateng Siapkan Layanan Konseling Tangani Bullying pada Anak

×

PSI Jateng Siapkan Layanan Konseling Tangani Bullying pada Anak

Sebarkan artikel ini
IKLAN
⚡ RINGKASAN
PSI Jawa Tengah membuka ruang konseling khusus perempuan dan anak untuk menangani maraknya kasus bullying. Langkah nyata perlindungan generasi muda dari trauma perundungan.
Ukuran teks

Portal Pantura, – Partai Solidaritas Indonesia () Jawa Tengah menyiapkan langkah konkret mengatasi maraknya kasus bullying terhadap anak. Partai berlambang gajah ini akan membuka ruang konseling khusus bagi perempuan dan anak.

Rieke Astuti, Ketua Departemen Perempuan dan Anak DPW Jateng, menyebut bullying bukan lagi masalah sepele. “Ini bukan masalah kecil. Anak-anak adalah masa depan bangsa,” tegasnya saat konsolidasi di , , Minggu (11/1/2026).

Dampak Serius Bullying

Menurut Rieke, perundungan berdampak langsung pada kesehatan mental anak. Perkembangan psikologis dan kepercayaan diri korban terganggu. Kondisi ini berpengaruh pada masa depan generasi muda.

iklan

“Anak-anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan bermartabat,” ujarnya di hadapan kader tingkat desa dan ranting.

Banyak kasus tidak terungkap ke publik. Korban merasa takut, malu, atau tidak punya ruang aman untuk bercerita. Akibatnya, trauma semakin parah dan berpotensi menimbulkan masalah sosial lebih besar.

Ruang Konseling Khusus

DPW Jateng merancang ruang konseling sebagai wadah pendampingan dan pengaduan. Fasilitas ini juga menyediakan layanan pemulihan psikososial bagi korban kekerasan dan perundungan.

“Ruang konseling ini diharapkan menjadi tempat yang aman dan ramah,” jelas Rieke. Korban bisa berbicara, didengar, dan mendapat pendampingan tepat.

Layanan ini memastikan korban tidak sendirian. Mereka mendapat akses bantuan profesional untuk proses pemulihan.

Kolaborasi Multi Pihak

Jateng tidak bekerja sendiri. Mereka akan berkoordinasi dengan berbagai pihak yang fokus pada perlindungan perempuan dan anak.

Kerja sama melibatkan lembaga pendidikan, komunitas sosial, psikolog, konselor, pemerintah, dan masyarakat sipil. Langkah kolaboratif dinilai penting membangun sistem perlindungan efektif dan berkelanjutan.

Imam Muzaki

Terbaru dari Imam Muzaki