Portal Pantura, Brebes – Ribuan jama’ah dari berbagai wilayah di Brebes Selatan memadati Pengajian Akbar yang digelar di Dukuh Karang Mangu, Desa Kretek, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Selasa siang (18/11/2025). Kegiatan keagamaan tersebut menghadirkan penceramah terkenal, Gus Ulin Nuha dari Cilacap, pemenang AKSI Indosiar, yang dikenal dengan gaya ceramahnya yang sejuk, komunikatif, dan dekat dengan jamaah.
Pengajian Akbar ini juga diiringi lantunan sholawat dari Grup Hadroh Alfa Salam, menambah kekhidmatan suasana sejak acara dibuka hingga selesai.
Dihadiri Unsur Pemerintahan dan Organisasi Keagamaan
Acara tersebut mendapat perhatian luas dari berbagai unsur masyarakat. Hadir dalam kegiatan ini jajaran Forkopimcam Paguyangan, Kepala Desa Kretek Akhya, anggota DPRD Kabupaten Brebes Fraksi PDIP Hj. Nur Bintang, serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat.
Kehadiran organisasi keagamaan seperti Muslimat NU, Fatayat NU, Ansor–Banser, hingga Syuriah MWC NU Kecamatan Paguyangan turut memperkuat nuansa kebersamaan dalam kegiatan tersebut. Ribuan warga dari berbagai desa di Paguyangan dan kecamatan sekitar juga terlihat antusias mengikuti jalannya pengajian.
Panitia Kerja Maksimal untuk Kelancaran Acara
Panitia pengajian bekerja ekstra untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tertib dan nyaman bagi jamaah. Petugas terlihat sigap mengatur alur kedatangan, posisi tempat duduk, hingga area khusus untuk perempuan, lansia, dan tamu undangan.
Ketua Panitia, Ratno, S.Pd, menyampaikan rasa haru melihat antusiasme masyarakat yang melampaui perkiraan awal.
“Kami tidak menyangka jumlah pengunjung sebanyak ini. Terima kasih kepada seluruh panitia yang bekerja siang malam demi suksesnya acara, serta kepada semua pihak yang terlibat, baik langsung maupun tidak langsung,” ujarnya.
Ratno menilai tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan seperti ini masih menjadi kebutuhan penting bagi warga, terutama sebagai ruang memperkuat nilai keislaman dan mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
Pesan Persatuan dari Tokoh Agama
Dalam sambutannya, KH. Mahrus Ali, perwakilan Syuriah MWC NU Paguyangan, menyampaikan pesan penting mengenai pentingnya menjaga persatuan umat. Ia mengingatkan jamaah agar tidak mudah terpecah belah oleh perbedaan maupun kepentingan sesaat.
“Kita harus menguatkan ukhuwah. Jangan biarkan perpecahan menggerus kerukunan yang selama ini kita jaga bersama,” tegasnya.
Menurutnya, kegiatan pengajian massal seperti ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana memperkuat nilai toleransi serta meningkatkan kesadaran bersama untuk menjaga keharmonisan sosial.
Dukungan Pemdes untuk Kegiatan Keagamaan
Kepala Desa Kretek, Akhya, dalam kesempatan yang sama menyampaikan dukungannya terhadap penyelenggaraan kegiatan keagamaan di wilayahnya. Ia menilai kegiatan positif ini memiliki manfaat jangka panjang bagi pembinaan spiritual masyarakat.
“Ini bagian dari ikhtiar kita bersama. Setidaknya, pengajian seperti ini menjadi bekal bagi kehidupan akhirat dan pengingat bagi kita semua agar terus berjalan dalam kebaikan,” ujarnya.
Materi Ceramah Gus Ulin Nuha: Syukur, Harmoni, dan Hak Waris

Memasuki acara inti, penceramah utama Gus Ulin Nuha menyampaikan tausiyah dengan gaya khasnya yang ringan, humoris, namun tetap penuh makna. Ia mengajak jamaah memperkuat rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari, serta menjauhi perilaku saling merendahkan antar sesama.
Gus Ulin juga menyinggung pentingnya menjaga keharmonisan dalam keluarga, mulai dari hubungan antar saudara, orang tua, hingga kerabat dekat. Menurutnya, perselisihan kecil sering kali membesar hanya karena kurangnya komunikasi dan rasa saling menghargai.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pemahaman mengenai hak waris dalam keluarga, sebagai upaya menghindari konflik yang kerap muncul akibat ketidaktahuan hukum syariat terkait pembagian warisan.
Ceramah tersebut disampaikan dengan diselingi lantunan sholawat merdu yang dibawakan langsung oleh Gus Ulin, membuat jamaah larut dalam suasana religius dan penuh keteduhan.
Antusiasme Tinggi, Pengajian Berjalan Kondusif
Hingga acara berakhir, seluruh rangkaian pengajian berjalan tertib dan kondusif. Jamaah tetap bertahan hingga akhir ceramah, menunjukkan besarnya antusiasme dan kecintaan masyarakat Brebes Selatan terhadap kegiatan keagamaan yang membawa pesan damai dan mempererat persaudaraan.
Pengajian Akbar di Karang Mangu ini menjadi salah satu kegiatan religius terbesar di wilayah Paguyangan sepanjang tahun 2025, sekaligus bukti bahwa tradisi keagamaan masih memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat.***
Tim Redaksi
