Portal Pantura, Brebes – Kawasan Obyek Wisata Walicung Park, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, pada Selasa 13 Agustus 2025 mendadak dipenuhi ribuan langkah kaki. Jalan sehat bertema “Mlaku Bareng, Ati Seneng” ini bukan sekadar ajang olahraga, tapi pesta kebersamaan memperingati HUT ke-18 Program Keluarga Harapan (PKH) sekaligus menyambut HUT ke-80 RI.
Sejak matahari baru terbit, peserta sudah memadati Lapangan Walicung, titik start kegiatan. Dengan rute dua kilometer melewati Pesanggrahan dan Karanggandul sebelum kembali ke lokasi awal, peserta disuguhi udara segar dan pemandangan khas Paguyangan. Bendera merah putih berkibar di sepanjang jalur, menambah semangat para pejalan kaki dari berbagai usia, mulai anak-anak hingga lansia.
Camat Paguyangan Suripudin, S.KM., S.Kep., MM. menegaskan, kegiatan ini adalah simbol gotong royong dan persatuan.
“Kebersamaan ini adalah kekuatan. Dengan semangat seperti ini, kita bisa mewujudkan kebahagiaan dan kemajuan bagi masyarakat,” ujarnya.
Acara ini juga dihadiri Akhmad Zamroni, Anggota DPRD Brebes, serta jajaran Forkopimcam, yang memberikan dukungan penuh pada kegiatan yang memadukan semangat kemerdekaan dengan misi sosial.
Tak hanya jalan sehat, panitia memberi penghargaan graduasi kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH yang telah mandiri. Menurut Dwi Natalis Setiawan, SE, Koordinator Pendamping Sosial PKH Paguyangan, hal ini adalah bukti keberhasilan program dalam mendorong kemandirian ekonomi warga.
“Kami berharap kegiatan ini membangkitkan semangat kemandirian, bukan hanya memberi hiburan,” ungkapnya.
Suasana makin memanas saat undian hadiah diumumkan. Anita Fitriyana, warga Kedungbanteng, sukses membawa pulang hadiah utama Honda Beat, sementara peserta asal Wanatirta mendapatkan mesin cuci. Sorak-sorai menggema setiap nomor undian dipanggil, membuat acara terasa seperti pesta rakyat.
Bagi warga Paguyangan, momen ini bukan hanya soal langkah kaki, tapi juga langkah maju bersama. Jalan sehat menjadi ajang silaturahmi lintas usia dan profesi, menghapus sekat sosial di tengah rutinitas.
Menjelang siang, acara ditutup dengan wajah-wajah sumringah dan cerita manis yang dibawa pulang. Seperti kata Siti Maryam dari Karanggandul:

