TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

Sampah Jadi Listrik: Tiga Daerah Tegal Raya Gandeng Investor Asing, Apa Rahasianya?

×

Sampah Jadi Listrik: Tiga Daerah Tegal Raya Gandeng Investor Asing, Apa Rahasianya?

Sebarkan artikel ini
Sampah Jadi Listrik: Tiga Daerah Tegal Raya Gandeng Investor Asing, Apa Rahasianya?
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura, – Tiga daerah di Raya kompak menandatangani kerja sama strategis. Kabupaten , Kabupaten , dan Kota resmi bermitra dengan PT Elenergy Green Solutions untuk membangun Pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi (PSEL).

Penandatanganan Letter of Expression of Interest (LoI) dilaksanakan di Gulala Azana Resort Guci, Kabupaten , Selasa (27/1/2026). Kerja sama ini melibatkan investor asing China International Cooperation Exchange Group Limited.

Persoalan Sampah Raya Mencapai Titik Kritis

Wakil Bupati Wurja mengungkapkan, permasalahan sampah di wilayahnya sudah mencapai tahap mengkhawatirkan.

iklan

“Dampaknya luar biasa. Program ini diharapkan menjadi solusi mengurangi beban sampah secara regional,” ujar Wurja.

Data Kabupaten Tegal menunjukkan fakta mengejutkan. Timbulan sampah mencapai 670,38 ton per hari. Namun, sampah yang berhasil diolah baru 5,3 persen. Sisanya, 60,4 persen berpotensi mencemari lingkungan.

Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid menyebut kondisi ini mendesak. “Butuh terobosan teknologi ramah lingkungan berorientasi jangka panjang,” tegasnya.

Tiga Pilar Manfaat PSEL Tegal Raya

Pembangunan PSEL membawa nilai strategis berlipat. Pertama, mengurangi beban tempat pemrosesan akhir sampah. Kedua, mengonversi sampah menjadi energi bernilai ekonomi. Ketiga, memberikan manfaat lingkungan signifikan.

Pemerintah Kabupaten Tegal menunjukkan keseriusan melalui penyusunan Rencana Induk Pengelolaan Sampah (RIPS) 2025-2045. Dokumen ini menjadi pedoman pengelolaan sampah bertahap dan terintegrasi.

Target akhirnya: mewujudkan Kabupaten Tegal bersih, berbudaya, dan berkelanjutan.

Proses Panjang Menuju Kesepakatan

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tegal, Sudigdo, mengungkapkan proses koordinasi berlangsung intensif. Pembahasan teknis dan kebijakan dilakukan untuk menyamakan persepsi antarwilayah.

Yudhi P

Terbaru dari Yudhi P