Portal Pantura, Brebes – Pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 yang digelar Kodim 0713/Brebes terus berjalan meski berlangsung di bulan Ramadan. Di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, prajurit TNI bersama warga tetap melanjutkan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Selasa (24/02/2026).
Sejak pagi, personel Satuan Tugas (Satgas) TMMD tampak menyatu dengan masyarakat di lokasi pembangunan. Material bangunan diangkut secara manual, mulai dari pasir hingga semen, sebagai bagian dari percepatan pengerjaan RTLH milik warga setempat.
Dua anggota Satgas, Pratu Agung Yunianto dan Prada Dwi Laksono, terlihat bekerja berdampingan dengan Mulsa (55), warga Desa Cikuya penerima bantuan RTLH. Ketiganya bergotong royong mengangkat karung semen di bawah terik matahari. Meski tengah menjalankan ibadah puasa, aktivitas fisik tetap dilakukan dengan penuh semangat.
Program RTLH menjadi salah satu sasaran fisik dalam TMMD Reguler ke-127. Kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar memiliki hunian yang lebih layak, sehat, dan aman. Di Desa Cikuya, pembangunan difokuskan pada perbaikan struktur rumah, mulai dari pondasi, dinding, hingga atap.
Salah satu anggota Satgas di lokasi menyampaikan bahwa keterlibatan prajurit dalam pembangunan bukan sekadar menjalankan tugas, melainkan bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa TMMD merupakan wujud nyata kemitraan antara TNI dan rakyat dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah pedesaan.
“Kami berupaya menyelesaikan pekerjaan tepat waktu sesuai target. Kebersamaan dengan warga menjadi kekuatan utama dalam setiap kegiatan TMMD,” ujarnya.
Kehadiran Satgas TMMD tidak hanya membawa dampak pada pembangunan fisik, tetapi juga mempererat hubungan sosial antara aparat dan masyarakat. Interaksi yang terjalin selama proses pembangunan menciptakan suasana kekeluargaan dan kerja sama yang solid.
Mulsa mengaku bersyukur rumahnya mendapatkan bantuan perbaikan melalui program TMMD. Ia mengatakan, tanpa dukungan TNI dan warga sekitar, perbaikan rumah tersebut akan sulit terwujud dalam waktu dekat. “Alhamdulillah sangat terbantu. Saya tidak menyangka rumah ini bisa diperbaiki secepat ini,” katanya.
Di sisi lain, pemerintah desa setempat juga mengapresiasi keterlibatan aktif TNI dalam pembangunan desa. Program TMMD dinilai mampu mendorong percepatan pembangunan infrastruktur sekaligus menumbuhkan kembali budaya gotong royong di tengah masyarakat.
Selama Ramadan, pola kerja Satgas disesuaikan dengan kondisi lapangan. Aktivitas fisik berat dilakukan pada pagi hari hingga menjelang siang, sementara sore hari dimanfaatkan untuk pekerjaan yang lebih ringan. Penyesuaian ini dilakukan agar produktivitas tetap terjaga tanpa mengabaikan kondisi kesehatan personel dan warga.

