Portal Pantura, Brebes – Kecelakaan fatal mengguncang ruas Tol Pejagan-Pemalang. Selasa malam, bus antarkota menabrak kendaraan yang sedang berhenti. Hasilnya tragis: satu penumpang meninggal dunia, puluhan lainnya terluka.
Peristiwa mengerikan itu terjadi pukul 21.39 WIB. Lokasi kejadian berada di KM 259.300 A, Desa Banjaratma, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes. Dua kendaraan terlibat: Bus Mercedes Benz PO Zentrum MK dan mobil Daihatsu pick up.
Detik-detik Menjelang Bencana
Berdasarkan investigasi polisi, bus dengan nomor polisi K-7603-OF mengarah ke timur. Sopir bernama Wahyu (32) berusaha menyalip kendaraan di depannya. Upaya ini dilakukan melalui bahu jalan di sisi kiri.
Permasalahan muncul saat bersamaan. Sebuah pick up Daihatsu (B-9108-BBI) sedang berhenti di bahu jalan. Kendaraan ini tidak bergerak karena mengalami gangguan teknis.
Jarak yang tersisa terlalu pendek untuk pengereman. Bus tidak mampu menghindari tabrakan. Dampak keras membuat bus kehilangan kontrol dan terguling ke utara.
Korban Berjatuhan
Dampak kecelakaan langsung terasa. Satu penumpang bus, STM (60), meninggal dunia di tempat kejadian. Dia menderita luka berat di kepala dan patah tulang serius.
Selain itu, 33 orang lainnya mengalami cedera. Mereka termasuk pengemudi pick up dan sejumlah penumpang bus. Sebagian besar menderita luka ringan hingga sedang.
Respons cepat dari kepolisian membantu penyelamatan. Korban diangkut ke dua rumah sakit terdekat. RS Bhakti Asih Brebes dan RSUD Brebes langsung menerima korban untuk penanganan medis darurat.
Kerugian Material Mencapai Puluhan Juta
Kecelakaan ini juga menimbulkan kerugian ekonomi. Kerusakan kendaraan dan barang-barang di dalamnya mencapai Rp 50 juta. Angka ini merupakan estimasi awal dari pihak kepolisian.
Pelajaran dari Kecelakaan
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Brebes, AKP Ahmad Zainurrozaq, menjelaskan temuan investigasi. Penyebab utama adalah manuver mendahului yang sembrono. Bahu jalan digunakan tanpa mempertimbangkan risiko.
“Bahu jalan hanya untuk situasi darurat. Penggunaan lain dapat membahayakan nyawa,” tegas AKP Ahmad.
Sopir bus melanggar protokol keselamatan berkendara. Dia tidak melihat kondisi jalan dengan cermat sebelum bergerak. Akibatnya, kecelakaan yang fatal tidak bisa dicegah.
Imbauan Keselamatan Berlalu Lintas
Polisi mendesak seluruh pengguna jalan tol untuk patuh pada aturan. Disiplin lalu lintas bukan hanya sekadar peraturan. Ini adalah investasi untuk keselamatan hidup semua pihak.
Beberapa poin penting yang perlu diingat:
- Jangan gunakan bahu jalan untuk menyalip kendaraan lain
- Periksa kondisi kendaraan sebelum perjalanan jauh
- Kurangi kecepatan saat kondisi lalu lintas ramai
- Selalu waspada terhadap kendaraan di depan dan belakang
Kecelakaan di Tol Pemalang ini menjadi pengingat penting. Setiap pengguna jalan memiliki tanggung jawab untuk menjaga keselamatan bersama. Satu keputusan ceroboh dapat merugikan banyak orang.
Saat ini, Tim Gakkum Satlantas Polres Brebes terus melakukan penyelidikan mendalam. Proses hukum terhadap sopir bus masih berlanjut sesuai prosedur yang berlaku.***

