Portal Pantura, Brebes – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 yang digelar Kodim 0713/Brebes di Desa Cikuya, Kabupaten Brebes, tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur. Di tengah pengerjaan sasaran fisik, prajurit TNI juga menghadirkan pendekatan sosial yang menyentuh langsung kehidupan warga, khususnya anak-anak.
Pada Rabu (18/02/2026), suasana berbeda terlihat di pelataran salah satu rumah warga Desa Cikuya. Sejumlah anak tampak berkerumun dengan wajah antusias. Mereka mengikuti arahan Babinsa Desa Cikuya, Serka Bangun Hidayat, yang mengajarkan cara membuat mainan tradisional dari bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan.
Di sela tugasnya mendukung kegiatan TMMD, Serka Bangun memanfaatkan waktu istirahat untuk berbagi pengalaman masa kecilnya. Ia membimbing anak-anak merakit mainan sederhana dengan penuh kesabaran. Tangan-tangan kecil itu terlihat cekatan meniru setiap langkah yang dicontohkan.
Kegiatan tersebut bukan sekadar mengisi waktu luang. Lebih dari itu, inisiatif ini menjadi sarana edukasi kreatif bagi anak-anak desa. Mereka diajak mengenal kembali permainan tradisional yang kini mulai jarang dimainkan, sekaligus belajar memanfaatkan bahan di sekitar menjadi sesuatu yang bernilai guna.
Menurut Serka Bangun, pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam pelaksanaan TMMD. Kehadiran TNI di desa, kata dia, tidak hanya untuk menyelesaikan pembangunan fisik seperti jalan, talud, atau fasilitas umum lainnya, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan masyarakat.
“Kami ingin anak-anak di Desa Cikuya merasakan bahwa TNI adalah bagian dari mereka. Melalui kegiatan sederhana seperti ini, kami bisa berbagi keceriaan sekaligus menanamkan nilai kreativitas dan kebersamaan,” ujarnya.
Gelak tawa anak-anak pecah saat mainan yang mereka buat berhasil dimainkan. Momen tersebut menjadi pemandangan kontras di tengah aktivitas alat dan material pembangunan. Namun justru di situlah nilai lebih dari TMMD terlihat—pembangunan tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga sosial dan budaya.
Sejumlah orang tua yang menyaksikan kegiatan itu menyampaikan apresiasi. Mereka mengaku senang melihat anak-anaknya berinteraksi langsung dengan aparat TNI dalam suasana santai dan edukatif. Interaksi tersebut dinilai mampu menumbuhkan rasa percaya diri anak sekaligus memperkuat hubungan antara aparat dan warga.
Di era digital saat ini, ketergantungan anak pada gawai menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Kegiatan seperti membuat mainan tradisional dinilai mampu menjadi alternatif positif untuk mengalihkan perhatian anak dari layar ponsel. Selain melatih kreativitas, aktivitas tersebut juga mendorong interaksi sosial secara langsung.
Program TMMD sendiri merupakan wujud sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan. Di Desa Cikuya, berbagai sasaran fisik tengah dikerjakan secara gotong royong bersama warga.
Tim Redaksi
