Portal Pantura, Jakarta – Anggota DPR RI Komisi XII Fraksi PDI Perjuangan, Shanty Alda Nathalia, mendesak penanganan infrastruktur terdampak bencana dilakukan secara terpadu. Langkah koordinasi lintas sektor dinilai krusial untuk mempercepat penanggulangan bencana.
Pernyataan tersebut disampaikan Shanty Alda di Kompleks DPR RI, Senayan. Ia merespons sejumlah bencana alam yang merusak infrastruktur strategis nasional, khususnya sektor energi dan ketenagalistrikan.
Penanganan Bencana Harus Sistematis
Menurut Shanty Alda, penanganan bencana tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan pendekatan menyeluruh dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan.
“Penanganan bencana harus dirancang secara terintegrasi,” ujar Shanty Alda.
Ia menjelaskan, perencanaan harus mencakup ruang lingkup pekerjaan, jadwal pelaksanaan, ketersediaan sumber daya, pembiayaan, pengelolaan risiko, hingga mutu pekerjaan.
“Semua aspek perlu dirangkum dalam satu dokumen perencanaan agar pelaksanaannya terkoordinasi dengan baik,” tegasnya.
Audit SUTET PLN di Bumiayu
Terkait banjir yang melanda Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Shanty Alda menyoroti ancaman terhadap jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) PLN. Infrastruktur tersebut melintas di Desa Adisana.
Ia mendorong dilakukannya audit menyeluruh terhadap posisi dan tingkat keamanan infrastruktur kelistrikan tersebut.
“Audit sangat penting untuk memastikan infrastruktur kelistrikan aman dari risiko bencana,” kata Shanty Alda.
Legislator daerah pemilihan Jawa Tengah VII ini juga menekankan pentingnya keselamatan warga di sekitar infrastruktur vital.
Komitmen PDI Perjuangan
Bagus Handoko, pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes, menyatakan partainya berkomitmen merespons setiap bencana di masyarakat.
Ia mengacu pada arahan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Seluruh kader diminta sigap dan responsif menghadapi situasi bencana.
“Kami bangga Brebes memiliki wakil rakyat seperti Ibu Shanty Alda yang konsisten hadir di tengah kesulitan masyarakat,” ujar Bagus Handoko.
Ia menilai kehadiran Shanty Alda bukan hanya secara fisik, tetapi juga melalui kebijakan strategis sesuai perannya di DPR RI.
Harapan Warga Terdampak
Sage Purwanto, warga Bumiayu yang ditemui di lokasi bencana, berharap pemerintah dan wakil rakyat menjalankan peran sesuai tugas dan kewenangan.
“Yang dibutuhkan masyarakat adalah tindakan cepat dan tepat, bukan sekadar kehadiran tanpa solusi,” ungkap Sage Purwanto.
Perjuangkan Kebijakan Terintegrasi
Shanty Alda menyatakan komitmennya memperjuangkan kebijakan penanganan bencana lebih terintegrasi di tingkat nasional.
Fokusnya adalah perlindungan masyarakat dan keberlanjutan infrastruktur vital.
“Saya akan terus mendorong agar penanganan bencana ke depan dapat dilaksanakan secara lebih cepat, efektif, dan efisien,” kata politisi yang juga advokat ini.
Dengan koordinasi lintas sektor yang baik, diharapkan penanganan bencana dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat terdampak. Termasuk memastikan infrastruktur strategis tetap aman dan berfungsi optimal.***
Tim Redaksi


