Portal Pantura, Jakarta – Merayakan Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia 2026, PT Sharp Electronics Indonesia menggelar Sharp Biodiversity Hunt 2026. Program ini bukan sekadar jalan-jalan di alam terbuka.
Ini adalah aksi nyata pelestarian lingkungan yang melibatkan generasi muda secara langsung.
Kegiatan berlangsung di kawasan Ekowisata Mangrove PIK, Jakarta Utara. Lokasi ini menjadi rumah bagi beragam spesies burung air, mangrove, reptil, serangga, moluska, hingga biota pesisir lainnya.
Dokumentasi Spesies Lewat Aplikasi Global
Peserta tidak hanya mengamati alam. Mereka juga mendokumentasikan setiap temuan spesies melalui aplikasi iNaturalist.
Platform global ini digunakan oleh komunitas ilmiah dan pegiat konservasi di seluruh dunia untuk mengumpulkan data keanekaragaman hayati. Artinya, setiap foto yang diunggah peserta punya nilai ilmiah nyata.
Pendekatan ini dikenal sebagai citizen science, yakni pelibatan masyarakat umum dalam pengumpulan data saintifik.
Generasi Muda Makin Jauh dari Alam
Sharp Indonesia menilai ada masalah mendasar yang perlu diatasi. Urbanisasi dan gaya hidup modern membuat generasi muda semakin terputus dari lingkungan alaminya.
Padahal, Indonesia adalah salah satu negara megabiodiversitas dunia. Kekayaan flora dan fauna yang dimiliki sangat luar biasa, namun kesadaran generasi muda terhadapnya masih rendah, terutama di wilayah perkotaan seperti Jakarta.
Program ini hadir sebagai jembatan antara generasi muda dan alam.
Kolaborasi dengan Yayasan TERANGI
Sharp Indonesia menggandeng Yayasan TERANGI dalam pelaksanaan program ini. Yayasan tersebut dikenal sebagai lembaga yang fokus pada pengelolaan sumber daya terumbu karang dan ekosistem pesisir.
Idris, Kepala Divisi Pengelolaan Sumberdaya Terumbu Karang Yayasan TERANGI, menegaskan bahwa konservasi tidak bisa dilakukan sendiri.
“Dibutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal kekayaan hayati di sekitar mereka. Setiap observasi peserta berkontribusi pada data ilmiah yang mendukung upaya konservasi di masa depan,” ujar Idris.
Bagian dari Komitmen ESG Sharp Indonesia
Program ini merupakan implementasi strategi Environmental, Social, and Governance (ESG) Sharp Indonesia. Kegiatan ini selaras dengan empat tujuan dalam SDGs, yakni SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), SDG 14 (Ekosistem Lautan), dan SDG 15 (Ekosistem Daratan).
Pandu Setio, PR & Brand Communication Head Department PT Sharp Electronics Indonesia, menyampaikan harapan besar dari program ini.
“Kami ingin membuka ruang bagi generasi muda untuk belajar langsung dari alam dan memahami bahwa setiap spesies memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan,” kata Pandu.
Kompetisi Masih Berlangsung, Ada Hadiah untuk 6 Pemenang
Sharp Biodiversity Hunt 2026 bukan hanya kegiatan satu hari. Kompetisi ini masih terbuka hingga akhir Juni 2026.
Peserta masih bisa mengunggah hasil temuan mereka di iNaturalist. Pemenang ditentukan berdasarkan jumlah spesies yang berhasil ditemukan, didokumentasikan, dan terverifikasi.
Sharp Indonesia menyiapkan penghargaan khusus bagi satu pemenang utama dan lima pemenang lainnya.
Bagi Sharp Indonesia, program semacam ini bukan sekadar kegiatan sosial. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan bumi dan generasi yang akan mewarisinya.***

