“Kami ingin anak cucu nanti tetap mengenal dan menjalankan tradisi ini. Jangan sampai hilang tergerus zaman,” pungkas Rastono.
Festival Sedekah Laut Cilacap tahun ini tercatat diikuti oleh ribuan nelayan dari berbagai kelompok. Kehadiran wisatawan dari sejumlah daerah di Jawa Tengah dan Jawa Barat, bahkan dari luar negeri, menunjukkan bahwa tradisi ini bukan hanya milik masyarakat lokal, tapi telah menjadi milik bersama yang menarik minat publik lebih luas.
Pemerintah daerah bersama panitia lokal juga menyediakan panggung hiburan rakyat, bazar UMKM, hingga atraksi budaya lain sebagai rangkaian pelengkap festival. Upaya ini dilakukan untuk memperkaya pengalaman wisatawan sekaligus meningkatkan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Dengan kekuatan budaya dan antusiasme masyarakat, harapan untuk menjadikan Sedekah Laut Cilacap sebagai agenda pariwisata nasional tampaknya bukan hal yang mustahil. Dukungan lintas sektor, termasuk dari wakil rakyat seperti Siti Mukaromah, menjadi energi tambahan bagi upaya pelestarian sekaligus promosi budaya daerah.***
Tim Redaksi
