Portal Pantura, Brebes – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalijurang resmi beroperasi pada Senin (16/2/2026). Fasilitas yang dikelola Yayasan Azam Khoerumam Mandiri ini ditargetkan melayani 1.100 penerima manfaat pada tahap awal dengan rencana ekspansi bertahap.
Peluncuran SPPG berlangsung di Desa Kalijurang dan dihadiri sejumlah pejabat setempat, termasuk Kepala Desa Kalijurang, perwakilan Koramil Tonjong, dan perwakilan Polsek setempat.
Komitmen Kualitas dan Kolaborasi
Kepala SPPG Kalijurang, Muhamad Samsul Huda SPd, menegaskan komitmen lembaganya terhadap pemenuhan gizi dan mutu layanan. Menurutnya, keberhasilan program ini memerlukan sinergi dari berbagai pihak.
“Kami berkomitmen penuh terhadap pemenuhan gizi dan mutu. Harapan kami, kolaborasi dengan pemerintah serta masyarakat dapat berjalan dengan lancar,” ungkap Samsul.
SPPG Kalijurang menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak usia sekolah. Program ini dirancang untuk memberikan akses makanan bergizi secara terstruktur dan berkelanjutan.
Harapan Pemangku Kepentingan

Kepala Desa Kalijurang, Edi Riyanto SH, menyambut positif kehadiran SPPG di wilayahnya. Ia berharap fasilitas ini dapat menjadi solusi konkret untuk memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah di desanya.
“Kehadiran SPPG ini sangat kami apresiasi. Semoga operasionalnya dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” kata Edi.
Sementara itu, Peltu Ibrahim yang mewakili Danramil Tonjong menggarisbawahi pentingnya aspek pemberdayaan ekonomi lokal. Ia berharap SPPG Kalijurang dapat menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar.
“Dengan bertambahnya jumlah SPPG, diharapkan muncul kompetisi sehat dalam menyajikan menu terbaik. Tantangannya adalah bagaimana menyajikan menu yang tidak hanya bergizi, tetapi juga enak dan disukai penerima manfaat,” jelas Ibrahim.
Fokus pada Sanitasi dan Higienitas
Aipda Tanto yang mewakili Kapolsek memberikan perhatian khusus pada aspek kebersihan dan sanitasi. Menurutnya, standar higienitas dapur menjadi kunci kelancaran operasional SPPG.
“Area dapur program Makan Bergizi Gratis harus steril dan bebas dari sampah. Ini penting agar SPPG dapat berjalan lancar dan menghasilkan makanan yang aman dikonsumsi,” tegas Tanto.
Rencana Pengembangan
Dengan target awal 1.100 penerima manfaat, SPPG Kalijurang merencanakan perluasan jangkauan layanan secara bertahap. Penambahan jumlah penerima manfaat akan disesuaikan dengan kapasitas produksi dan ketersediaan sumber daya.
Kehadiran SPPG di tingkat desa diharapkan mempercepat distribusi dan memastikan kualitas makanan bergizi tetap terjaga hingga ke tangan penerima manfaat. Model pelayanan terdesentralisasi ini juga memudahkan pengawasan dan evaluasi program secara real-time.
Peluncuran SPPG Kalijurang menandai komitmen bersama antara pemerintah, lembaga pengelola, dan masyarakat dalam mewujudkan pemenuhan gizi yang merata dan berkelanjutan. Keberhasilan program ini akan menjadi indikator penting bagi pengembangan SPPG di wilayah lain.***

