Portal Pantura, Brebes – Sekolah Lansia Gotong Royong Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes menggelar syukuran atas keberhasilan pelaksanaan satu periode pembelajaran.
Acara syukuran penuh kehangatan ini berlangsung di Aula Balai Desa Winduaji pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk syukur setelah pengelola berhasil meluluskan puluhan peserta didik kategori lanjut usia pada periode tahun ini.
Kepala Sekolah Lansia Gotong Royong, Fatin, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mencetak sebanyak 63 orang lulusan.
“Semoga kehadiran kami bisa bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Apresiasi senada turut disampaikan oleh Kepala Desa Winduaji, H. Abdurrahman, yang menyambut positif keberadaan lembaga informal tersebut.
Ia menilai keberadaan wadah belajar ini efektif dalam membantu kelompok rentan tetap berkegiatan positif.
“Semoga kehadiran sekolah lansia bisa bermanfaat,” ujarnya memberikan harapan bagi seluruh pengurus.
Menurutnya, keberadaan sekolah khusus ini membuktikan bahwa faktor usia bukan halangan untuk terus beraktivitas secara produktif.
Secara nasional, Sekolah Lansia atau Sekolah Lansia Tangguh merupakan program pendidikan non-formal yang diinisiasi pemerintah melalui BKKBN.
Inisiatif terpadu dari Kemendukbangga/BKKBN ini dirancang khusus guna mewujudkan sosok lansia yang berprinsip SMART.
Konsep SMART sendiri merupakan akronim dari Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat bagi kalangan lanjut usia.
Program strategis ini berfokus meningkatkan pengetahuan serta keterampilan warga berusia di atas 60 tahun maupun pra-lansia.
Selain menambah ilmu, interaksi rutin di kelas ampuh mencegah rasa kesepian serta mengikis risiko isolasi sosial.
Aktivitas bersama dalam ruang belajar secara langsung memperluas lingkaran pergaulan antar sesama warga senior di desa.
Upaya ini menjadi langkah nyata dalam menjaga kualitas hidup, baik dari aspek fisik, mental, hingga spiritual.
Dalam pelaksanaannya, kurikulum pembelajaran disusun komprehensif berpatokan pada 7 dimensi lansia tangguh yang utuh.
Materi mencakup aspek spiritual, fisik, emosional, intelektual, sosial, vokasional, hingga kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Para peserta diajak mengikuti senam rutin hingga menerima edukasi kesehatan seperti pencegahan hipertensi, diabetes, dan demensia.
Tidak ketinggalan, materi pengembangan hobi serta pengenalan literasi digital turut diberikan sesuai perkembangan zaman.
Jenjang pendidikan program Selantang terbagi sistematis ke dalam tiga tingkat tingkatan belajar, yaitu Standar 1, 2, dan 3.
Masing-masing jenjang ditempuh dalam 12 kali pertemuan yang berlangsung antara 6 hingga 12 bulan masa belajar.
Rangkaian program ditutup dengan prosesi wisuda resmi yang digelar meriah layaknya wisuda lembaga formal pada umumnya.***

