Basori menambahkan, saat ini warga sangat membutuhkan bantuan logistik seperti kasur, selimut, makanan siap saji, dan perlengkapan bayi.
Ratusan Warga Mengungsi
Hingga Kamis malam, tercatat 353 warga telah mengungsi. Sebagian memilih tinggal sementara di rumah sanak saudara yang dinilai lebih aman.
Sisanya berlindung di dua tenda darurat yang didirikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Brebes di wilayah Babakan.
Koordinator lapangan BPBD Brebes Selatan, Budi Sujatmiko, mengatakan bahwa timnya langsung bergerak cepat melakukan evakuasi begitu mendapat laporan.
Sebagai langkah antisipasi, PLN juga memutus aliran listrik di wilayah terdampak untuk mencegah risiko kebakaran atau korsleting.
“Saat ini kami masih siaga penuh. Potensi terjadi longsor susulan masih tinggi, sehingga warga diminta tidak kembali ke rumah sebelum kondisi dinyatakan aman,” ujar Budi.
Imbauan Tetap Waspada
Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka. Namun, pemerintah desa dan BPBD mengimbau warga agar tetap waspada terhadap tanda-tanda potensi tanah bergerak.
Di antaranya seperti munculnya retakan di tanah, pohon yang mulai miring, hingga suara gemuruh dari dalam tanah.
Pihak berwenang terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keselamatan warga dan menyalurkan bantuan secepat mungkin.***

