Portal Pantura, Brebes – Pos Komando Taktis (Poskotis) program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 yang digelar Kodim 0713/Brebes mendadak ramai oleh kehadiran tiga siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cikuya 01, Selasa (24/2/2026). Usai mengikuti kegiatan belajar di sekolah, ketiganya menyempatkan diri mengunjungi posko TMMD yang berada di desa mereka.
Dengan masih mengenakan seragam merah putih dan membawa tas punggung, para siswa tersebut datang tanpa agenda resmi. Kehadiran mereka sontak menarik perhatian personel Satgas TMMD yang tengah berjaga. Momen spontan itu pun berubah menjadi pertemuan hangat antara prajurit TNI dan generasi muda di lokasi sasaran program pembangunan terpadu tersebut.
Salah satu anggota Satgas TMMD, Serda Djoko Santoso, menyambut langsung kedatangan ketiga siswa tersebut. Ia mengajak mereka berbincang santai di sela tugas penjagaan posko. Percakapan yang berlangsung sederhana namun penuh keakraban itu menjadi gambaran nyata hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat, termasuk kalangan anak-anak.
Menurut Serda Djoko, kunjungan tersebut merupakan bentuk penerimaan positif warga terhadap kehadiran TMMD di Desa Cikuya. Ia mengaku merasa senang melihat antusiasme anak-anak yang ingin mengetahui lebih dekat aktivitas para prajurit di lapangan.
“Kehadiran mereka menjadi penyemangat bagi kami. Ini menunjukkan bahwa TNI tidak berjarak dengan masyarakat, bahkan anak-anak pun merasa nyaman datang ke posko,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Serda Djoko tidak hanya berbincang ringan. Ia juga memanfaatkan momentum itu untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan semangat belajar kepada para siswa. Ia menekankan pentingnya pendidikan sebagai bekal utama meraih cita-cita di masa depan.
Pesan tentang rajin belajar, menghormati orang tua dan guru, serta menjaga sikap disiplin disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami. Ketiga siswa itu terlihat antusias menyimak setiap nasihat yang diberikan.
Selain itu, Serda Djoko turut berbagi cerita singkat mengenai tugas dan pengabdian prajurit TNI kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia menjelaskan bahwa menjadi tentara bukan hanya tentang latihan fisik dan menjaga keamanan, tetapi juga tentang membantu masyarakat melalui berbagai program, termasuk TMMD.
Program TMMD sendiri merupakan kegiatan terpadu lintas sektoral yang melibatkan TNI, pemerintah daerah, serta elemen masyarakat dalam percepatan pembangunan wilayah pedesaan. Selain pembangunan fisik seperti jalan dan infrastruktur lainnya, TMMD juga mengedepankan kegiatan non-fisik berupa penyuluhan, edukasi, dan pembinaan karakter.
Kehadiran anak-anak di Poskotis menjadi bukti bahwa program tersebut membawa dampak sosial yang luas. Tidak hanya membangun sarana prasarana, TMMD juga memperkuat kedekatan emosional antara aparat dan warga.
Di Desa Cikuya, interaksi seperti ini dinilai penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak sekaligus menanamkan nilai nasionalisme sejak dini. Melalui pendekatan humanis, prajurit TNI berupaya menjadi teladan yang dekat dan inspiratif bagi generasi muda.
Momentum sederhana tersebut sekaligus mencerminkan wajah TNI yang adaptif dan terbuka terhadap masyarakat. Di tengah kesibukan menjalankan target pembangunan, personel Satgas tetap meluangkan waktu untuk berinteraksi dan berbagi motivasi.
Kunjungan tiga siswa SDN Cikuya 01 itu mungkin berlangsung singkat, namun meninggalkan kesan mendalam. Bagi para prajurit, kehadiran anak-anak menjadi penyemangat dalam menjalankan tugas. Sementara bagi para siswa, pengalaman tersebut bisa menjadi inspirasi untuk bercita-cita dan menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air.
Melalui TMMD Reguler ke-127, pembangunan di Desa Cikuya tidak hanya menyentuh aspek infrastruktur, tetapi juga membangun karakter dan mempererat kebersamaan antara TNI dan masyarakat.***

