Portal Pantura, Brebes – Kegiatan sosialisasi pencegahan kebakaran yang digelar dalam rangka TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 oleh Kodim 0713/Brebes menghadirkan suasana berbeda di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Jumat (20/2/2026). Tak hanya berisi materi edukatif, kegiatan tersebut juga memberi pengalaman langsung bagi anak-anak desa dengan menaiki mobil pemadam kebakaran.
Program ini merupakan bagian dari sasaran non-fisik TMMD yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran. Untuk mendukung kegiatan tersebut, petugas Damkar Pos Kersana dilibatkan guna memberikan pemahaman praktis tentang pencegahan dan penanganan kebakaran sejak dini.
Sejak pagi, puluhan anak tampak memadati lokasi kegiatan. Mereka menunggu giliran untuk melihat lebih dekat kendaraan pemadam kebakaran yang terparkir di area desa. Antusiasme terlihat ketika petugas membuka akses bagi anak-anak untuk naik ke atas mobil berwarna merah tersebut.
Didampingi personel Satgas TMMD, anak-anak diperkenalkan pada berbagai peralatan pemadam, seperti selang bertekanan tinggi, tangki air, hingga perangkat sirine. Beberapa kali sirine dinyalakan untuk memberi gambaran suasana darurat, yang justru disambut sorak gembira anak-anak.
Salah seorang anak mengaku baru pertama kali melihat dan menaiki mobil pemadam dari jarak dekat. Ia menyebut kendaraan tersebut jauh lebih besar dari yang dibayangkan dan memiliki banyak peralatan yang sebelumnya hanya dilihat di televisi.
Babinsa Koramil 14/Banjarharjo, Serka Sagiman, menjelaskan bahwa pendekatan edukasi melalui pengalaman langsung dinilai lebih efektif untuk anak-anak. Menurutnya, metode “belajar sambil bermain” mampu menanamkan pemahaman tentang bahaya api tanpa menimbulkan rasa takut berlebihan.
“Anak-anak perlu dikenalkan pada profesi penyelamat dan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Dengan pendekatan yang menyenangkan, pesan keselamatan akan lebih mudah dipahami dan diingat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan non-fisik dalam TMMD tidak kalah penting dibanding pembangunan infrastruktur. Selain membangun jalan atau fasilitas umum, program ini juga menyasar peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk edukasi kebencanaan bagi generasi muda.
Kepala Desa Cikuya, Sekod, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan TNI dan petugas Damkar dalam memberikan edukasi langsung kepada warganya. Ia menilai kegiatan tersebut memberi dampak positif, terutama bagi anak-anak yang jarang mendapatkan pengalaman serupa.
Menurutnya, kehadiran Satgas TMMD di desa tidak hanya mempercepat pembangunan fisik, tetapi juga mempererat kedekatan antara aparat dan masyarakat. Anak-anak pun mendapatkan wawasan baru mengenai pentingnya keselamatan serta mengenal profesi pemadam kebakaran sebagai bagian dari pelayanan publik.
Program TMMD Reguler ke-127 di wilayah Kabupaten Brebes sendiri mencakup berbagai kegiatan, mulai dari pembangunan infrastruktur desa hingga penyuluhan dan sosialisasi yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Edukasi kebakaran menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap risiko bencana yang dapat terjadi kapan saja.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan kebakaran semakin meningkat. Anak-anak sebagai generasi penerus juga diharapkan tumbuh dengan pemahaman dasar tentang keselamatan diri dan lingkungan.
Momentum sederhana seperti kesempatan menaiki mobil damkar menjadi pengalaman berharga bagi warga kecil Desa Cikuya. Di balik tawa dan keceriaan mereka, terselip pesan penting tentang kesiapsiagaan dan kepedulian terhadap bahaya kebakaran.***

