Portal Pantura, Brebes – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang digelar Kodim 0713/Brebes kembali menegaskan perannya sebagai instrumen percepatan pembangunan di wilayah pedesaan. Tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, TMMD juga diarahkan untuk memperkuat fondasi ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Komandan Kodim 0713/Brebes, Letkol Infanteri Ambariyantomo, menjelaskan bahwa kegiatan TMMD dirancang untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat desa, terutama di wilayah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses infrastruktur.
Menurutnya, pembangunan jalan desa, jembatan, dan talut bukan sekadar proyek fisik, melainkan langkah strategis untuk membuka konektivitas antarwilayah. Dengan akses transportasi yang lebih baik, distribusi hasil pertanian, perkebunan, serta produk UMKM menjadi lebih lancar dan efisien.
“Ketika akses jalan membaik, biaya distribusi turun dan waktu tempuh lebih singkat. Dampaknya langsung terasa bagi petani maupun pelaku usaha kecil di desa,” ujar Ambariyantomo.
Ia menekankan, desa-desa yang sebelumnya relatif terisolasi kini memiliki peluang lebih besar untuk terhubung dengan pusat perdagangan dan pasar yang lebih luas. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan.
Sinergi Pembangunan Fisik dan Nonfisik
Pelaksanaan TMMD di Brebes tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur. Satuan Tugas (Satgas) TMMD juga menggelar berbagai kegiatan nonfisik, termasuk penyuluhan dan pelatihan bagi masyarakat.
Salah satu program unggulan adalah penyuluhan bertema pengembangan usaha desa. Dalam kegiatan ini, pelaku UMKM mendapatkan pembekalan terkait manajemen usaha, strategi pemasaran, hingga peningkatan kualitas dan kapasitas produksi.
Pendekatan ini dinilai penting agar pembangunan yang dilakukan tidak berhenti pada aspek sarana prasarana semata, tetapi juga menyentuh peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan keterampilan manajerial dan pemasaran yang lebih baik, pelaku UMKM diharapkan mampu memperluas pasar dan meningkatkan nilai tambah produk mereka.
“Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat desa yang berkelanjutan. Infrastruktur menjadi penopang, sementara penguatan SDM menjadi kunci keberhasilan jangka panjang,” tegas Dandim.
Wujud Kemanunggalan TNI dan Rakyat
Secara filosofis, TMMD mengandung makna kemanunggalan atau persatuan antara TNI dan rakyat. Konsep ini diwujudkan melalui kerja bersama antara prajurit TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan.
Ambariyantomo menyebut, keterlibatan aktif warga dalam proses pembangunan menjadi salah satu faktor keberhasilan program. Gotong royong yang terbangun tidak hanya mempercepat penyelesaian pekerjaan, tetapi juga memperkuat rasa memiliki terhadap hasil pembangunan.
“TMMD adalah bukti bahwa TNI tidak hanya menjalankan fungsi pertahanan negara, tetapi juga hadir di tengah masyarakat untuk membantu percepatan pembangunan, khususnya di wilayah pedesaan,” katanya.
Kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah desa, instansi terkait, hingga elemen masyarakat, menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan program ini. Dengan pola tersebut, hasil pembangunan diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.
Dorong Desa Berdaya Saing
Ke depan, TMMD di Kabupaten Brebes diharapkan terus menjadi penggerak pembangunan desa yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Infrastruktur yang memadai dan UMKM yang kuat dinilai sebagai dua pilar utama dalam membangun desa yang berdaya saing.
Peningkatan akses ekonomi diyakini akan berdampak pada naiknya pendapatan masyarakat serta berkurangnya kesenjangan antarwilayah. Dengan demikian, desa tidak lagi dipandang sebagai wilayah pinggiran, melainkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Melalui program TMMD, sinergi antara TNI dan rakyat diharapkan terus terjaga dan berkembang, sejalan dengan semangat membangun negeri dari desa.***

