“Indonesia saat ini masih berada di peringkat ketiga dunia dalam jumlah kasus TBC. Tapi justru karena kita mampu mendeteksi, artinya kita bekerja,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya investigasi kontak erat sebagai strategi kunci dalam memutus rantai penularan. Pemerintah pusat, kata dia, menargetkan penurunan 50% kasus TBC nasional pada tahun 2030, dan dana desa dapat berperan besar dalam mendukung agenda ini.
Apresiasi untuk Kader di Garis Depan
Kegiatan diakhiri dengan diskusi interaktif bersama para kader Posyandu dan kader TBC. Para kader berbagi pengalaman dalam mendampingi pasien TBC, mulai dari penyuluhan, pemantauan minum obat, hingga investigasi kontak.
Wamenkes secara langsung memberikan apresiasi atas kerja keras dan dedikasi mereka. “Kader-kader seperti inilah yang menjadi tulang punggung suksesnya eliminasi TBC di tingkat desa,” ujarnya.
Kunjungan ini tidak hanya memperlihatkan dukungan pemerintah pusat terhadap program desa siaga TBC, tetapi juga menegaskan bahwa kolaborasi antara pusat, daerah, dan masyarakat desa menjadi kunci utama untuk mencapai target Indonesia Bebas TBC 2030.***
Prajurit Kodim 0713/Brebes membagikan makanan siap saji kepada pengemudi ojek online dan pengguna jalan di depan Markas Kodim Brebes, Jumat, 6 November 2026. (Foto: Pendim 0713 Brebes)
" data-large-file="https://www.portalpantura.com/wp-content/uploads/2026/11/IMG-20261106-WA00212.jpg" />
